Perajin Mogok, Tahu-Tempe Mulai Menghilang di Pasar

Perajin Mogok, Tahu-Tempe Mulai Menghilang di Pasar

- detikFinance
Senin, 09 Sep 2013 09:47 WIB
Perajin Mogok, Tahu-Tempe Mulai Menghilang di Pasar
Foto: Tempe (dok.detikFinance)
Jakarta - Niat Gabungan Asosiasi Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Kopti) untuk melakukan mogok produksi mulai hari ini hingga 3 hari ke depan sudah terlihat dampaknya. Hari ini para penjual tahu-tempe di beberapa pasar tradisional di Jakarta tidak berjualan.

Seperti di Pasar Tradisional Sungai Bambu Jakarta Utara, tidak terlihat adanya para penjual tahu-tempe. "Nggak jualan pedagang tahu tempe, kedelai mahal," teriak para pedagang lain di lokasi, Senin (9/9/2013).

Menurut penuturan salah satu pedagang sayuran Mimin di Pasar Sungai Bambu, ada 4 penjual tahu dan 6 penjual tempe. Hari ini para penjual memutuskan tidak berjualan karena adanya kebijakan dari Kopti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin Bu Fatimah (penjual tahu) bilang kalau ada arahan dari Kopti untuk tidak berjualan, katanya begitu," imbuhnya.

Sementara itu, masyarakat yang biasa mengkonsumsi tahu dan tempe mengaku pasrah dengan kejadian ini. "Saya pasrah saja, nggak makan tahu-tempe selama 3 hari," ujar Susi.

Lain lagi dengan Susi, pemilik Warung Tegal (Warteg) Sukiyem mengatakan, dirinya kesulitan untuk berjualan. Karena tahu dan tempe biasa ia gunakan untuk menu masakannya.

"Kalau tempe untuk orek, kalau tahu untuk sayur dan gorengan. Mau bagaimana lagi kalau seperti ini. Sulit ya sulit karena tidak jual," keluhnya.

(wij/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads