Oktober Listrik Naik, Harga Barang di Mal Bakal Ikutan Naik

Oktober Listrik Naik, Harga Barang di Mal Bakal Ikutan Naik

Rista Rama Dhany - detikFinance
Senin, 09 Sep 2013 12:10 WIB
Oktober Listrik Naik, Harga Barang di Mal Bakal Ikutan Naik
Jakarta - Pengusaha dan pengelola mal meminta pemerintah membatalkan kenaikan listrik bertahap 1 Oktober 2013. Bila itu tetap dilakukan, maka akan menyebabkan kenaikan harga dan jasa di mal.

"Kami mohon agar kenaikan tarif tenaga listrik yang direncanakan mulai diberlakukan lagi 1 Oktober 2013 dibatalkan," kata Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBBI) Handaka Santosa ketika dihubungi detikFinance, Senin (9/9/2013).

Bila 1 Oktober 2013 tarif listrik tetap dinaikkan, maka akan ada kenaikan harga jual barang/jasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hitungan kami kalau 1 Oktober naik, maka total kenaikan listrik mencapai 27,5%, itu tentunya sangat memberatkan kami sebagai pengelola pusat belanja dan tentunya ini akan menyebabkan kenaikan service charge yang ditagihkan kepada retailer/penyewa/kios/toko yang ada di dalam Trade Center atau mal," ungkap Handaka.

"Sehingga beban yang ditanggung retailer/pemilik kios berupa biaya kenaikan service charge, kenaikan pemakaian listrik kios, tentunya akan menyebabkan kenaikan harga jual barang/ jasa yang pada akhirnya akan semakin memberatkan konsumen/ masyarakat dan menyebabkan lebih tinggi inflasi," tambahnya.

Handaka mengatakan, jangan melihat mal sebagai suatu tempat yang mewah dan orang yang berjualan di Indonesia adalah pengusaha kaya, pusat belanja juga terdiri dari Trade Centre (ITC) yang pengusahanya adalah dari sektor UKM dalam kios-kios.

"Kios-kios tersebut hanya menggunakan kapasitas 900 VA, namun terpaksa harus membayar mengikuti tarif yang dibayar oleh pengelola pusat belanja kepada PLN yaitu golongan tarif B-3 di atas 200 kVA," ujarnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads