"Perajin disini kan rata-rata memiliki ternak di kandang kelompok. Selama ini dikasih makan ampas tahu dan hanya butuh sedikit rumput," kata Mahmudin (54) salah satu perajin tahu, Senin (9/9/2013)
Semenjak harga kedelai naik dan berimbas turunnya jumlah produksi, perajin tahu tak lagi bisa memberi makan kambing, sapi dan babi dengan ampas tahu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak lain juga terlihat dari kebutuhan gas elpiji. Selama ini, limbah tahu ditampung dan digunakan sebagai sumber energi biogas. Biogas yang ada dibeberapa titik ini mensuplai dapur para perajin hingga mengurangi ketergantungan terhadap elpiji.
"Apinya kecil banget. Jadi sekarang ya pakai elpiji lagi," kata Margo Utomo.
Menanggapi harga kedelai yang kini menyentuh Rp 9.500 per Kg, ratusan perajin tahu di kecamatan Srandakan hari Senin (9/9/2013) ini juga melakukan aksi mogok produksi. Meski masih memiliki stok kedelai, aksi ini sebagai bentuk dukungan perajin di daerah lain yang juga melakukan aksi serupa.
"Kita berharap pemerintah mengambil tindakan agar harga terkendali. Kalau mahal begini, dari mana kita bisa untung. Dan yang juga kasihan sebenarnya ternak-ternak kita itu," ujar Margo Utomo.
(hen/hen)











































