Di pasar tradisional ataupun lokasi wisata, banyak ditemui pedagang yang menjual tempe benguk. Dan tempe ini tetap laris, meski rasanya berbeda dibandingkan tempe berbahan baku kedelai.
Selain di Pacitan, tempe benguk juga menjadi primadona di Gunung Kidul, Yogyakarta. Selain tempe benguk, tempe manding atau mlandingan juga tak kalah populer. Bahkan orang Gunung Kidul mengklaim jika tempe manding adalah kuliner khas gunung Kidul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tupiyem menambahkan, tempe benguk dan manding disajikan di pagi hari sebagai penganan menemani sajian minum teh. Lidah orang Gunung Kidul sudah terbiasa dengan tempe yang terbuat dari kacang benguk dan manding tersebut.
Jadi, ketika tempe kedelai menghilang dari pasaran, orang Gunung Kidul tidak terlalu merisaukan. "Rasanya semua enak kok," lanjut dia.
Tempe benguk dan manding, banyak dijual di pasar-pasar tradisional. Berbungkus daun jati, tempe alternatif tersebut selalu laris dibeli.
"Yang bikin tempe ini bukan pabrik, tapi rumahan. Kalau tempe manding buatnya diiles-iles (diinjak-injak)," kata Tupiyem.
(iwd/hen)











































