Perajin Tahu Tempe Mogok Produksi, Hatta: Kita Prihatin

Perajin Tahu Tempe Mogok Produksi, Hatta: Kita Prihatin

Moksa Hutasoit - detikFinance
Selasa, 10 Sep 2013 16:02 WIB
Perajin Tahu Tempe Mogok Produksi, Hatta: Kita Prihatin
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengaku prihatin dengan aksi mogok produksi para perajin tahu tempe di Indonesia akibat lonjakan harga kedelai. Ia mengimbau perajin tahu tempe bisa kembali berproduksi karena sudah ada solusi dari pemerintah.

"Tentu jangan mogok dalam situasi seperti ini. Kita prihatin ada motif seperti itu. Oleh karena itu, kebutuhan dari perajin harus cepat disuplai," kata Hatta di Istana Negara, Selasa (10/9/2013)

Hatta menegaskan, pasokan kedelai di dalam negeri saat ini cukup mencapai 300.000 ton. Ia sudah mendapat laporan 300.000 ton kedelai sudah dialirkan ke perajin. Apalagi Bulog juga sudah mendapat jatah impor kedelai sebanyak 100.000 ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Katanya ada 300.000 ton segera dialirkan ke pasar utamakan untuk kepentingan para perajin tahu dan tempe karena mereka harus melakukan aktivitasnya," kata Hatta.

Menurut Hatta, aksi mogok produksi para perajin tahu tempe berdampak pada mereka sendiri yang tak mendapatkan penghasilan. Hatta memastikan para perajin akan mendapatkan harga kedelai khusus, agar bisa produksi kembali.

"Ada kesepakatan dari pengusaha yang mengimpor itu untuk pada harga tertentu, saya lupa. Kalau harga tanya mendag (menteri perdagangan). Intinya agar para perajin kita bisa beroperasi segera," katanya.

Para perajin tahu tempe sudah mogok produksi 2 hari hingga hari ini dari rencana mogok produksi 3 hari. Mereka memprotes lonjakan harga kedelai, rencananya setelah aksi mogok akan ada kenaikan harga tahu tempe 25%.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads