Ini Indikasi Ada Kartel Kedelai di Indonesia

Ini Indikasi Ada Kartel Kedelai di Indonesia

- detikFinance
Selasa, 10 Sep 2013 16:37 WIB
Ini Indikasi Ada Kartel Kedelai di Indonesia
Jakarta - Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) mencurigai dugaan kuat praktik kartel yang memicu lonjakan harga kedelai. Salah satu pemicu praktik kartel adalah telatnya Surat Persetujuan Impor (SPI) yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Salah satu yang menjadi pemicu juga adalah keterlambatan SPI yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan," ungkap Direktur Indef Enny Sri Hartati saat berdiskusi dengan media di Universitas Paramadina, Mampang, Jakarta, Selasa (10/9/2013).

Ia memberikan gambaran jika izin SPI terlambat dikeluarkan, maka importir dengan sengaja menahan pasokan kedelai. Terlebih 66% alokasi kuota impor kedelai di Indonesia dipegang oleh 3 perusahaan besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang menguasai pasokan kedelai itu hanya beberapa perusahaan saja kemudian pasokan akan bermasalah karena mereka (importir) sengaja menahan barang mereka. Mereka kepentingannya mencari keuntungan di saat yang tepat," imbuhnya.

Sedangkan, menurut Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina mengatakan penyebab keterlambatan SPI adalah karena para importir kesulitan untuk menunjukan bukti serap kedelai lokal.

"Keterlambatan SPI karena para perusahaan kesulitan menunjukan bukti serap kedelai lokal," katanya.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads