Harga Tahu-Tempe Dinaikkan, Ukuran Diperkecil

Harga Tahu-Tempe Dinaikkan, Ukuran Diperkecil

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 11 Sep 2013 10:18 WIB
Harga Tahu-Tempe Dinaikkan, Ukuran Diperkecil
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Para perajin tahu dan tempe mulai hari ini kembali melakukan aktivitas produksi, setelah 2 hari mogok. Walaupun terjadi kesepatan antara pemerintah, perajin, dan importir untuk menetapkan harga khusus kedelai Rp 8.450/kg, para perajin mengaku masih mengalami kerugian. Apa sebabnya?

"Kami masih merugi karena kedelai yang kami pakai hari ini untuk produksi kami beli dengan harga Rp 10.000/kg," ungkap salah satu perajin tahu dan tempe Mukrom saat ditemui di Gang Tempe Sungai Bambu, Jakarta Utara, Rabu (11/9/2013).

Nantinya, saat menjual hasil produksinya, Mukrom akan menaikkan harga rata-rata sebesar Rp 50-500. Ia juga akan mengurangi ukuran tahu yang akan dijualnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harganya tetap kita naikkan yang kecil itu Rp 50, misalnya tahu yang biasanya Rp 200/biji menjadi Rp 250/biji. Yang besar juga akan naik biasanya Rp 2.000/biji naik menjadi Rp 2.500/biji. Ukurannya juga kita kurangi rata-rata 10%," imbuhnya.

Ia pun mengaku masih keberatan dengan harga kedelai sebesar Rp 8.450/kg. Menurutnya harga yang ideal di tingkat para perajin adalah Rp 7.000-7.700/kg.

"Harga yang bagus itu Rp 7.700-Rp 7.450/kg itu bisa menutup biaya produksi kalau Rp 8.450/kg masih banyak efisiensi yang harus kami lakukan. Kami ini kan perajin kecil yang hanya bisa produksi tahu dengan kedelai 50 kg setiap hari," katanya.

(wij/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads