Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, urutan 1-4 impor terbesar Indonesia adalah produk minyak dan gas, termasuk BBM. Setelah itu, urutan kelima adalah ponsel.
"Menurut data begitu, nomor 5 terbesar adalah ponsel, dan nomor 1 sampai 4 itu migas. Jadi kalau non migas, ponsel yang terbesar," kata Bambang saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya harus diperhatikan defisit transaksi berjalan kita," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari sampai dengan Juni 2013, impor keseluruhan jenis ponsel oleh Indonesia mencapai US$1,2 miliar.
Angka tersebut sebetulnya sudah turun dari catatan impor 2012, di mana sampai semester I-2013 impor ponsel sudah US$ 1,3 miliar. Total impor ponsel tahun lalu US$ 2,6 miliar.
(mkj/dnl)











































