Kemenkeu: Setelah Migas, Impor Terbesar RI Adalah HP

Kemenkeu: Setelah Migas, Impor Terbesar RI Adalah HP

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 11 Sep 2013 16:39 WIB
Kemenkeu: Setelah Migas, Impor Terbesar RI Adalah HP
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Telepon seluler (HP) atau ponsel ternyata adalah produk impor kedua terbesar Indonesia setelah BBM, minyak, dan gas. Impor ponsel ini juga menjadi salah satu penyebab transaksi berjalan Indonesia mengalami defisit.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, urutan 1-4 impor terbesar Indonesia adalah produk minyak dan gas, termasuk BBM. Setelah itu, urutan kelima adalah ponsel.

"Menurut data begitu, nomor 5 terbesar adalah ponsel, dan nomor 1 sampai 4 itu migas. Jadi kalau non migas, ponsel yang terbesar," kata Bambang saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang mengatakan, impor ponsel juga terus menekan defisit transaksi berjalan Indonesia. Padahal diketahui, akibat dari defisit ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah.

"Makanya harus diperhatikan defisit transaksi berjalan kita," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari sampai dengan Juni 2013, impor keseluruhan jenis ponsel oleh Indonesia mencapai US$1,2 miliar.

Angka tersebut sebetulnya sudah turun dari catatan impor 2012, di mana sampai semester I-2013 impor ponsel sudah US$ 1,3 miliar. Total impor ponsel tahun lalu US$ 2,6 miliar.

(mkj/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads