"Ada 60 perusahaan tekstil di Jabodebek itu melakukan relokasi diam-diam dalam 2 tahun terakhir karena beratnya UMP yang harus mereka bayar. Tekanannya juga bertubi-tubi," ungkap Ketua Umum API Ade Sudrajat kepada detikFinance, Kamis (12/9/2013).
Menurut Ade, perusahaan tekstil yang melakukan relokasi tidak saja dari investor lokal, namun juga dari investor asing. Relokasi umumnya masih di wilayah Indonesia, namun di kabupaten/kota yang UMP/UMK yang masih rendah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
API beranggotakan 200 perusahaan yang mempekerjakan 1,5 juta tenaga kerja di sektor TPT.
Menurutnya dua wilayah dijadikan bidikan para pengusaha untuk merelokasi pabrik produksi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Barat khususnya di Majalengka. Hal ini karena upah buruh (UMK) jauh lebih murah bila dibandingkan Jabodetabek dengan produktivitas tenaga kerja yang sama.
"Majalengka dan Jawa Tengah jadi tempat produksi mereka yang baru. Upahnya juga sanga jomplang bila dibandingkan dengan Jakarta. Kita sebenarnya ingin tetap investasi di sana (Jabodetabek) tetapi kita juga harus menghitung kemampuan perusahaan membayar karyawan. Relokasi adalah cara yang terbaik," jelasnya.
(wij/hen)











































