"1,5 juta ton kalau tinggal dihitung beberapa bulan lagi rasanya tidak rasional. Kalau lebih rasional kita nyatakan hanya 1 juta ton," ungkap Rusman saat ditemui di Gedung Bulog Divre Kelapa Gading, Jakarta, Senin (16/9/2013).
Rusman ada beberapa faktor yang menyebabkan produksi kedelai lokal bakal tak tercapai target. Salah satunya adalah keterlambatan proses distribusi benih kedelai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain masalah benih, Rusman juga mengungkapkan adanya anomali cuaca yang mempengaruhi musim tanam. Menurut Rusman kedelai adalah salah satu tanaman yang sensitif terhadap perubahan iklim.
"Lalu kedua ada anomali musim. Saat kita mau menanam kedelai, ada hujan. Kedelai itu sensitif kalau kita tanam bijinya pas hujan itu busuk tanaman kedelainya. Akhirnya kita nunggu sampai musim kering kemudian teriak juga adanya kekeringan. Itu hal yang biasa," ujar Rusman.
Saat ini luas lahan kedelai di Indonesia hanya 700.000 hektar, dengan hasil produksi per tahun hanya 700.000 hingga 800.000 ton kedelai.
(wij/hen)











































