Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan mengakui bahwa salah satu pemicu rendahnya produksi kedelai lokal adalah minimnya lahan kedelai.
"Program sampai tahun ini kita punya program perluasan lahan hingga 200.000 hektar. Tahun depan bisa 250.000 hektar. Totalnya kalau bisa 500.000 hektar. Tetapi di luar lahan yang sudah ditanami kedelai. Tujuannya bisa menambah lahan sampai 1 juta hektar lahan," ungkap Rusman saat ditemui di Gedung Bulog Divre Kelapa Gading, Jakarta, Senin (16/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini luas lahan kedelai kita hanya 570.000 hektar. Kalau dengan perluasan tadi bisa sampai 1 juta atau bahkan 1,5 juta hektar maka bisa membuat posisi pengadaan kedelai kita bergeser," tuturnya.
Selain menambah lahan, Kementan juga berupaya untuk meningkatkan produktivitas lahan kedelai. Rata-rata setiap hektar lahan kedelai di Indonesia hanya mampu memproduksi 1,5 ton.
"Selain itu produksi lokal ke depan harus lebih dominan bisa 1,5 sampai 1,7 juta. Saat ini produksi lahan kedelai hanya 1,5 ton/hektar. Kita juga kejar produktivitas hingga 1,7 ton/hektar. Jadi jangan bicara tahun 2013, kalau 2014 kita punya 1 juta hektar lahan, dikali 1,7 ton jadi 1,7 juta ton kedelai, ini lumayan lah," katanya.
(wij/hen)











































