Aturan Mobil Murah Dianggap Menyimpang, Ini Tanggapan Pejabat Kemenperin

Aturan Mobil Murah Dianggap Menyimpang, Ini Tanggapan Pejabat Kemenperin

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 18 Sep 2013 11:50 WIB
Aturan Mobil Murah Dianggap Menyimpang, Ini Tanggapan Pejabat Kemenperin
Jakarta - Konsep mobil murah dan ramah lingkungan (Low Cost and Green Car/LCGC) awalnya diproyeksikan untuk masyarakat pedesaan. Namun kenyataanya produk-produk LCGC yang beredar di pasaran justru produk city car atau mobil perkotaan, sehingga dianggap menyimpang dari tujuan awal.

Menanggapi tudingan ini, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Darmadi menegaskan mobil murah untuk pedesaan tetap ada.

"Mobil murah untuk pedesaan tetap ada kok, yang pick up-pick up itu kan buat pedesaan yang CC nya sekitar 1.200 cc," ucap Budi ketika ditemui di Gedung DPR, Rabu (18/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Budi beberapa produsen bahkan sudah memproduksi mobil murah untuk pedesaan. "Ya seperti Suzuki, ada grand max, sudah ada mobilnya, kenapa lebih tenar mobil LCGC di perkotaan, ya itu kan karena peran media saja," ucapnya.

Seperti diketahui awal kelahiran kebijakan ini dianggap misterius karena dianggap menyimpang dari tujuan awal.

"Latar belakang munculnya PP No. 41 Tahun 2013 memang misterius. Sebab, konon, pemikiran awal membuat mobil murah dimaksudkan untuk memfasilitasi warga di daerah terpencil yang membutuhkan layanan transportasi terjangkau baik untuk orang maupun barang," kata Direktur Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas.

Menurut Darmaningtyas, awalnya pemerintah beralasan kehadiran LCGC untuk masyarakat pedesaan karena tanpa adanya kebijakan khusus tentang harga mobil, masyarakat pedesaan sulit mendapatkan layanan transportasi untuk mendistribusikan hasil pertanian, kehutanan, perkebunan, ternak, maupun perikanan sehingga ekonomi mereka tidak tumbuh.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads