Pemerintah Siapkan Sanksi Bagi Pengguna Mobil Murah yang Pakai BBM Subsidi

- detikFinance
Rabu, 18 Sep 2013 14:07 WIB
Jakarta - Pemerintah sedang merancang sanksi bagi pemilik mobil murah yang menggunakan BBM subsidi.

"Ini memang bukan wilayahnya Kementerian Perindustrian, tapi saat ini di Kemenko (Kementerian Koordinator bidang Perekonomian) sedang dirancang bagaimana mekanisme sanksinya," tegas Menteri perindustrian (Menperin) MS. Hidayat ketika ditemui di Gedung DPR, Rabu (18/9/2013).

Dikatakan Hidayat, memang saat ini tidak ada aturan yang melarang siapapun termasuk pengguna mobil mewah, mobil mahal, mobil tua maupun mobil murah (LCGC) untuk membeli BBM subsidi.

Hidayat menegaskan keberadaan mobil murah ini tidak akan membebani APBN khususnya subsidi BBM, karena nggak pakai BBM subsidi,

"Tetapi mobil murah ini BBM-nya adalah minimum RON 92 atau setara dengan Pertamax," ucapnya.

Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan kebijakan untuk memproduksi mobil murah atau low cost green car (LCGC) merupakan strategi dari pemerintah untuk mengamankan pasar dalam negeri. Karena setiap tahunnya, konsumsi mobil impor terus meningkat di Indonesia.

Hatta menilai ini adalah peluang, Sebab, jika tidak diambil maka Thailand akan menjadi penguasa pasar dalam negeri Indonesia dan Asia Tenggara.

"Kalau kita lengah maka itu industri otomotif masuk ke Thailand. Kemaren itu orang mulai goyang karena ada banjir di Thailand sehingga produsen mobil melirik Indonesia. Peluang ini yang kita tangkap," ungkap Hatta di kantornya, Jakarta.

Mengamankan pasar, menurut Hatta bukan berarti memaksakan produk untuk berputar di dalam negeri. Namun, dengan menetapkan porsi yang tepat untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor.

"Tapi jangan sampai justru keberadaan itu membanjiri market dalam negeri. Ini yang tidak kita inginkan," sebutnya.

Untuk itu Hatta menyatakan perlunya Indonesia menjadi basis produksi. Apalagi ke depan ada agenda masyarakat ekonomi Asean atau Asean Economic Community (AEC).

"Sebetulnya kita menginginkan Indonesia menjelang AEC sebagai basis dari ekspor, kita punya potensi menjadi Indonesia ini sebagai basis produksi , salah satunya otomotif disamping tekstil dan sebagainya," ucap Hatta.

(hen/hen)