Perlu diketauhi, kementerian pertanian (Kementan) mencatat setiap tahun produksi kedelai lokal hanya 700.000-800.000 ton sedangkan kebutuhan kedelai mencapai 2,5 juta ton/tahun. Sisanya harus ditutup dengan impor dari negara-negara produsen kedelai seperti AS dan Brasil.
"Nggak ada satupun kedelai lokal di sini, nggak ada produk nasional. Siapa yang mengurusi produksi?" ungkap Gita di lokasi, Jumat (20/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tolong para perajin suarakan ke siapapun untuk meningkatkan produksi nasional. Kita menginginkan produksi nasional semakin meningkat agar kita tidak tergantung impor. Kita ingin agar harga kedelai stabil, agar harga tahu stabil, agar harga tempe stabil, agar kesejahteraan meningkat," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan hanya konsentrasi pada urusan perdagangan bukan produksi.
"Saya tidak urus produksi tetapi saya hanya mengurusi perdagangan," cetusnya.
(wij/hen)











































