Pemerintah Ingatkan Importir Kedelai Tak Ambil Untung Besar Setelah Bea Masuk 0%

Pemerintah Ingatkan Importir Kedelai Tak Ambil Untung Besar Setelah Bea Masuk 0%

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 20 Sep 2013 11:19 WIB
Pemerintah Ingatkan Importir Kedelai Tak Ambil Untung Besar Setelah Bea Masuk 0%
Nusa Dua - Pemerintah berharap para importir bersikap fair dengan menjual harga kedelai lebih murah sebagai dampak penghapuasn bea masuk impor. Pemerintah sudah setuju menghapus bea masuk dari 5% menjadi 0%.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) soal penghapusan bea masuk impor kedelai bertujuan untuk menurunkan harga kedelai di dalam negeri.

"Kalau tahun ini karena kurs. Jadi harapannya, kalau barangnya ada, mahalnya kan cuma karena kurs. Maka dengan tarif itu diturunkan menjadi 0%, maka yang naik karena kurs itu paling nggak bisa diturunkan sedikit," ujarnya di sela-sela agenda APEC Finance Minister Meeting, di Nusa Dua Bali, Jumat (20/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia meminta Kementerian Perdagangan untuk dapat menjaga harga dari para importir kedelai. Sebab, belajar dari pengalaman sebelumnya, importir tidak menurukan harga meskipun bea masuk sudah 0%.

"Memang kuncinya kita benar-benar minta kementerian perdagangan jaga supaya importirnya tidak jual dengan harga seperti yang tahun lalu itu. Tahun lalu itu kan bea masuk 0%, mereka jual sama, mereka untungnya lebih gede. Kan nggak fair buat masyarakat gitu," jelasnya.

Aturan ini akan terus dikaji ke depannya. Bisa saja, menurut Bambang saat kondisi telah kondusif, bea masuk bisa dikembalikan ke 5%.

"Kita nggak bilang sementara. sekarang dinolkan, tapi suatu saat bisa dinaikkan lagi kalau suatu saat kita lihat ini sudah stabil , barangnya ada, dan kurs tidak lagi jadi beban dan terutama kalau domestik menghasilkan, itu harus dinaikkan. Domestik itu ka nada musimnya. bisa jadi mereka bulan ini tidak menanam, berapa bulan kemudian mereka tanam," papar Bambang.

(mkj/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads