Timin mengungkapkan tahun 2009 lalu, ia memiliki lahan kedelai cukup besar yaitu 350 hektar. Namun kini Timin hanya mempunyai lahan kedelai 5 hektar saja.
"Tahun 2009 saya punya 350 hektar lahan kedelai, kalau sekarang menyusut tinggal menyisakan 5 hektar saja," kata Timin saat berdiskusi dengan media di Rumah Makan Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Rabu (25/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2009 Pak SBY datang ke rumah saya. Lalu ia mengatakan optimistis tahun 2014 Indonesia akan swasembada kedelai," imbuhnya.
Seiring perjalanan waktu, kondisi sudah berubah, kegiatan sosialisasi dan pendekatan serta bantuan dari Kementerian Pertanian terhadap para petani kedelai tidak lagi ada. Bahkan petani kedelai dibiarkan begitu saja hingga harga kedelai anjlok sampai Rp 4.000/kg.
"Saat kejadian itu, saya memilih untuk menanam padi, melon dan ubi-ubian. Lalu saya tanami juga cabai dan bawang," katanya.
Menurutnya pemerintah harus melakukan langkah konkret untuk merealisasikan program swasembada kedelai.
"Kalau memang program swasembada kedelai ini dilakukan, caranya tidak seperti ini. Bantuan untuk kelompok petani malah tidak ada, benih yang dibagikan juga tidak bagus. Harapan kami tidak seperti itu," cetusnya.
(wij/hen)










































