Kisah Timin, Petani Kedelai yang Lahannya Susut dari 350 Hektar Jadi 5 Hektar

Kisah Timin, Petani Kedelai yang Lahannya Susut dari 350 Hektar Jadi 5 Hektar

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 25 Sep 2013 12:31 WIB
Kisah Timin, Petani Kedelai yang Lahannya Susut dari 350 Hektar Jadi 5 Hektar
Jakarta - Para petani kedelai merasa kecewa dengan kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap nasib petani kedelai. Salah satunya adalah Timin Kartodohardjo, petani kedelai asal Nganjuk, Jawa Timur.

Timin mengungkapkan tahun 2009 lalu, ia memiliki lahan kedelai cukup besar yaitu 350 hektar. Namun kini Timin hanya mempunyai lahan kedelai 5 hektar saja.

"Tahun 2009 saya punya 350 hektar lahan kedelai, kalau sekarang menyusut tinggal menyisakan 5 hektar saja," kata Timin saat berdiskusi dengan media di Rumah Makan Bumbu Desa Cikini, Jakarta, Rabu (25/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan lahan 350 hektar dan produksi hingga 3 ton/hektar pada saat itu, ia bahkan pernah dikunjungi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat itu, dengan panen yang cukup besar, Presiden SBY optimis untuk bisa berswasembada kedelai tahun 2014.

"Tahun 2009 Pak SBY datang ke rumah saya. Lalu ia mengatakan optimistis tahun 2014 Indonesia akan swasembada kedelai," imbuhnya.

Seiring perjalanan waktu, kondisi sudah berubah, kegiatan sosialisasi dan pendekatan serta bantuan dari Kementerian Pertanian terhadap para petani kedelai tidak lagi ada. Bahkan petani kedelai dibiarkan begitu saja hingga harga kedelai anjlok sampai Rp 4.000/kg.

"Saat kejadian itu, saya memilih untuk menanam padi, melon dan ubi-ubian. Lalu saya tanami juga cabai dan bawang," katanya.

Menurutnya pemerintah harus melakukan langkah konkret untuk merealisasikan program swasembada kedelai.

"Kalau memang program swasembada kedelai ini dilakukan, caranya tidak seperti ini. Bantuan untuk kelompok petani malah tidak ada, benih yang dibagikan juga tidak bagus. Harapan kami tidak seperti itu," cetusnya.

(wij/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads