Korsel Bernafsu Bikin Mobil Listrik di Indonesia

Laporan dari Seoul

Korsel Bernafsu Bikin Mobil Listrik di Indonesia

- detikFinance
Rabu, 25 Sep 2013 16:45 WIB
Korsel Bernafsu Bikin Mobil Listrik di Indonesia
Seoul - Pemerintah Korea Selatan ternyata bernafsu besar mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Hal ini menjadi jawaban mengapa dua pabrikan mobil besar Korsel yakni KIA dan Hyundai belum mengembangkan mobil murah berbahan bakar BBM di tanah air.

Direktur Jenderal Transportasi Korsel Ahn Si Kweon mengungkapkan kesiapannya untuk mendukung penuh pengembangan mobil listrik di Indonesia.

"Sejak adanya nota kesepahaman dengan Indonesia pada November lalu, Korsel terus menindaklanjuti pengembangan mobil listrik di Indonesia," kata Ahn dalam pertemuan Economic Cooperation Beetween RI and Republic of Korea di Hotel Hilton, Seoul, Rabu (25/9/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ahn, setidaknya ada tiga hal yang Korsel telah lakukan untuk mendukung penuh mobil listrik. "Kita telah mengembangkan secara khusus dengan membentuk lembaga yang fokus untuk teknologi ramah lingkungan. Dan telah mempelajari tenaga listrik di Indonesia," kata Ahn.

Ahn mengatakan lebih jauh, Korsel juga meminta dukungan pemerintah Indonesia untuk mendirikan lembaga penelitian dan pengembangan di Indonesia khusus mobil listrik.

Pemerintah Korsel mendukung penuh upaya Indonesia dalam menahan tingginya konsumsi BBM. Sehingga dengan adanya program mobil listrik ini, bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor juga.

Selain mobil listrik, Ahn mengatakan, Korsel juga siap menyediakan converter kit untuk bahan bakar gas (BBG) jenis CNG untuk penggunaan mobil BBG.

"Sejak ditandatanginnya nota kesepahaman itu, kedua belah pihak juga sudah meneliti CNG converter kit dan kita harapkan bisa segera menyediakan converter kit di Indonesia," kata Ahn.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perekonomian Indonesia Hatta Rajasa mengatakan mendukung penuh program mobil listrik. Namun menurut Hatta saat ini fokus pengembangan pemakaian gas jauh lebih penting.

"Mobil listrik itu penting untuk jangka panjang nanti. Nah converter kit justru lebih diutamakan dalam hal ini," tutur Hatta.


(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads