Direktur Jenderal Transportasi Korsel Ahn Si Kweon mengungkapkan kesiapannya untuk mendukung penuh pengembangan mobil listrik di Indonesia.
"Sejak adanya nota kesepahaman dengan Indonesia pada November lalu, Korsel terus menindaklanjuti pengembangan mobil listrik di Indonesia," kata Ahn dalam pertemuan Economic Cooperation Beetween RI and Republic of Korea di Hotel Hilton, Seoul, Rabu (25/9/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahn mengatakan lebih jauh, Korsel juga meminta dukungan pemerintah Indonesia untuk mendirikan lembaga penelitian dan pengembangan di Indonesia khusus mobil listrik.
Pemerintah Korsel mendukung penuh upaya Indonesia dalam menahan tingginya konsumsi BBM. Sehingga dengan adanya program mobil listrik ini, bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor juga.
Selain mobil listrik, Ahn mengatakan, Korsel juga siap menyediakan converter kit untuk bahan bakar gas (BBG) jenis CNG untuk penggunaan mobil BBG.
"Sejak ditandatanginnya nota kesepahaman itu, kedua belah pihak juga sudah meneliti CNG converter kit dan kita harapkan bisa segera menyediakan converter kit di Indonesia," kata Ahn.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perekonomian Indonesia Hatta Rajasa mengatakan mendukung penuh program mobil listrik. Namun menurut Hatta saat ini fokus pengembangan pemakaian gas jauh lebih penting.
"Mobil listrik itu penting untuk jangka panjang nanti. Nah converter kit justru lebih diutamakan dalam hal ini," tutur Hatta.
(dru/dnl)











































