Bertempat di Lotte Hotel, Seoul, Korsel, Kamis (26/9/2013), detikFinance berkesempatan mengikuti jalannya pertemuan tersebut.
Berikut petikan percakapan Hatta dan Hidayat bersama Bos Samsung ini :
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senang bisa bertemu dengan perwakilan Indonesia. Samsung saat ini sudah ada pabrik di Cikarang. Makin lama makin meningkat dan kami terus berupaya memperhatikan pasar Indonesia karena potensinya besar. Tahun lalu kita berinvestasi hingga US$ 1,2 miliar. Tahun ini, kita upayakan sama.
Samsung selain fokus di lokal Indonesia kita melakukan ekspor juga. Samsung dan Indonesia ini diharapkan akan terus memperkuat hubungannya dan mengembangkan ekonomi di Indonesia.
Β
Β
Β
Menko Perekonomian Hatta Rajasa:
Kami menghargai, menyambut baik investasi yang dilakukan dan menunggu investasi selanjutnya.
Seperti diketahui, market terus berkembang dan middle class-nya growing cepat di Indonesia. Mereka mengkonsumsi untuk kebutuhan lifestyle dan mengkonsumsi alat komunikasi yang cukup besar. Terlihat penetrasi pengguna internet nomor 1-2 di dunia.
Data yang disampaikan ke saya, impor ponsel itu 1 juta unit khusus merek Samsung dari luar itu menunjukkan besar sekali marketnya.
Dilihat impor produk tinggi kenapa Samsung tidak masuk ke Indonesia. Potensi market akan lebih bisa cepat diserap.
Kita ajak Samsung kembangkan lagi invest di Indonesia khusus ponsel dan dibicarakan, apa lagi yang diperlukan Samsung agar disiapkan untuk mempermudah Samsung masuk Indonesia.
Presiden Yudhoyono dan Korsel menetapkan tahun 2013 itu tahun persahabatan Indonesia-Korea, orang bijak mengatakan investasi di tahun persahabatan bisa banyak untung.
Menteri Perindustrian MS Hidayat:
Sebagai Menperin, saya mengundang langsung Samsung masuk Indonesia. Daripada Samsung investasi di negara lain mari ke Indonesia. Kita bisa atasi hambatannya.
Dalam perjanjian yang dibuat RI-Korea, CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement/perdagangan bebas komprehensif) belum bisa selesai karena salah satu permintaan kami investasi di bidang elektronika belum terjawab oleh Korea.
Vice Chairman Samsung Kang Ho-moon :
Saya tak mengetahui baik isi dari CEPA, bisa dijelaskan?
Menteri Perekonomian Hatta Rajasa:
CEPA itu membahas soal perdagangan bebas antara Korea dan Indonesia prinsipnya ada keseimbangan. Antara RI dan Korea. Salah satu yang jadi maju itu investasi. bisa elektronika, otomotif dan baja.
Tahun ini negosiasinya yang belum ketemu yaitu investasi Samsung di Indonesia.
Kita ingin ada investasi otomotif dan macam-macam. Kalau CEPA sudah ditandatangani artinya sudah perdagangan bebas.
Vice Chairman Samsung Kang Ho-moon :
Saya tahu bahwa Samsung membuat plan (rencana) itu tidak cepat. Tahun 2012 itu baru saja Vietnam dan China deal membuat pabrik. Dan baru selesai. Vietnam dan China saja bisa menghasilkan 250 juta unit ponsel untuk di ekspor.
Menteri Perekonomian Hatta Rajasa:
Lalu bagaiamana di Indonesia?
Vice Chairman Samsung Kang Ho-moon:
Indonesia punya potensi tapi kami janji akan adakan kajian dan kelayakan tahun ini.
(dru/hen)











































