Pabrik di Sorong ini merupakan unit pengolahan ikan yang dulunya pernah berhenti beroperasi selama beberapa tahun. Dahlan pada sambutannya mengapreasiasi langkah direksi Perikanan Nusantara menghidupkan satu per satu unit bisnis yang sempat terhenti karena kesulitan keuangan.
"Hidupkan perusahaan diperlukan pemikiran dan kerja keras. Pak Dirut ini sebelumnya menjadi Dirkeu. Utang dibereskan. Tahun pertama lolos utang. Tahun kedua bagaimana hidup," ucap Dahlan saat peresmian unit pengolahan ikan di Sorong, Papua Barat, Jumat (26/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dahlan, pabrik pengolahan ikan milik Perikanan Nusantara masih berbenah. Saat keuangan dan kinerja membaik, Dahlan meminta pembukaan akses untuk warga dan pelajar belajar di unit pengolahan ikan pelat merah ini.
"Ini sudah bernafas sudah, bisa duduk, bisa jalan belum bisa lari. Setelah sehat siswa SMK bisa kerja praktik, universitas bisa belajar di sini. Ini bisa jadi kebanggaan Sorong dan Indonesia," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perikanan Nusantara Abdussalam Konstituanto menjelaskan, pihaknya sempat menutup beberapa unit pengolahan ikan karena persoalan keuangan dan kerusuhan sosial. Namun satu per sati unit bisnis kembali dihidupkan. Salah satunya di Sorong karena potensi ikan yang sangat besar.
"Sorong diresmikan Pak Dahlan, sejarahnya nggak pernah untuk produksi dan alat produksi hancur karena krisis dan kerusahan. Dengan adanya unit pengolahan ikan. Potensi daera besar, Sorong berada wilayah potensi sumber daya ikan besar," jelas Abdussalam.
Dia mengakui, saat ini Perikanan Nusantara memiliki 9 cabang yang tersebar di pusat-pusat penghasil perikanan di Indonesia. 9 Cabang ini sekarang berkontribusi positif terhadap pendapatan perseroan. Menurutnya kinerja positif diperoleh berkat inovasi dan kerja keras.
"Nggak ada bantuan pemerintah. Kami nggak mau dapat PMN (penanaman modal negara). Kami ingin usaha sendiri dan optimalisasi aset. Tahun 2007 sampai 2012 masa pemulihan artinya dari 11 cabang Perikanan Nusantara efisienkan jadi 9. Dari 11 cabang, hanya 2 yang laba. Sekarang 9 cabang sudah laba. Secara laba, pertumbuhan di 2012 tumbuh 200%. Sekarang persentase pendapatan docking dan usaha perikanan 70%. Sebanyak 30% dari pabrik es dan jasa lainnya," sebutnya.
(hen/dnl)










































