"Per satu Agustus kita naikkan tarif luar negeri sekitar 5 persen. Itu luar negeri saja," ungkap Direktur Komersil Garuda Indonesia Erik Meijer ketika ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jumat (27/9/2013).
Sementara untuk rute domestik, belum ada kenaikan tarif tiket sampai saat ini. Garuda tengah melakukan penghitungan berapa angka kenaikan tarif untuk rute domestik. Sebab harus disesuaikan juga dengan daya beli masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sangat berpengaruh terhadap harga bahan bakar yaitu avtur, dan biaya leasing pesawat yang ditanggung Garuda Indonesia.
"Banyak pengaruhnya. Sewa pesawat, fuel (bahan bakar)," jelasnya.
Emir menjelaskan, Garuda Indonesia berharap kurs rupiah terhadap dolar AS bisa berada pada posisi yang stabil. "Kita lagi mereview selama kurs stabil. Itu lebih gampang. Kurs naik turun. Stay di Rp 11.000-Rp 11.500 jadi kita bisa adjust," jelas Emir.
(mkj/dnl)











































