Tambahan item KHL itu antaralain biaya pembelian bedak, lipstik, hingga pulsa telepon. Selain itu, buruh juga menginginkan kenaikan asupan gizi yang dikonsumsi tiap hari.
"Apakah rasional untuk gizi buruh dan anaknya hanya dengan makan daging 0,75 kg per bulan dan 5 potong ikan segar? darimana biaya buat bedak dan lipstik yang tidak ada di 60 item tersebut? bagaimana mungkin kamar ukuran 3x4 bisa layak huni? semua ini adalah irasional," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di rapat akbar dengan ratusan buruh dari 50 aliansi buruh nasional di Gedung Djoeang Menteng, Jakarta, Senin (30/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini mendorong buruh bersikap bahwa lobi yang dilakukan serikat buruh ke pemerintah dan Apindo tidak ada titik temu. Konsep buruh tentang KHL 84 item yang sudah diserahkan kepada pemerintah dan Apindo tidak mendapat respons sama sekali," imbuhnya.
Menurut Iqbal, pihaknya sudah menyampaikan aspirasu secara tertulis dan melakukan lobi, termasuk melakukan aksi turun ke jalan dalam skala kecil menengah. Sayangnya pemerintah maupun pengusaha pun tak merespons maka aksi mogok kerja secara nasional jadi pilihan terakhir.
"Kalau kebijakan ini tidak dilakukan atau direalisasikan oleh pemerintah maka rezim upah murah akan berlangsung terus dan eskalasi aksi buruh akan meningkat terus bahkan kita akan lakukan mogok nasional 3 hari berturut-turut," ujar Said.
(wij/hen)










































