Tuntut Upah Naik 50%, Buruh Minta Tambahan Uang Pulsa, Bedak Hingga Lipstik

Tuntut Upah Naik 50%, Buruh Minta Tambahan Uang Pulsa, Bedak Hingga Lipstik

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 30 Sep 2013 12:05 WIB
Tuntut Upah Naik 50%, Buruh Minta Tambahan Uang Pulsa, Bedak Hingga Lipstik
Jakarta - Kalangan serikat buruh menuntut penambahan jumlah komponen hidup layak (KHL) di tahun 2014 dari 60 item menjadi 84 item. Konsekuensinya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) khususnya di Jabodetabek mencapai 50%.

Tambahan item KHL itu antaralain biaya pembelian bedak, lipstik, hingga pulsa telepon. Selain itu, buruh juga menginginkan kenaikan asupan gizi yang dikonsumsi tiap hari.

"Apakah rasional untuk gizi buruh dan anaknya hanya dengan makan daging 0,75 kg per bulan dan 5 potong ikan segar? darimana biaya buat bedak dan lipstik yang tidak ada di 60 item tersebut? bagaimana mungkin kamar ukuran 3x4 bisa layak huni? semua ini adalah irasional," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di rapat akbar dengan ratusan buruh dari 50 aliansi buruh nasional di Gedung Djoeang Menteng, Jakarta, Senin (30/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi serikat buruh bila upah dan KHL bertambah dalam batas layak, maka akan meningkatkan daya beli. Sehingga akan menaikkan konsumsi domestik yang pada akhirnya membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi.

"Hal ini mendorong buruh bersikap bahwa lobi yang dilakukan serikat buruh ke pemerintah dan Apindo tidak ada titik temu. Konsep buruh tentang KHL 84 item yang sudah diserahkan kepada pemerintah dan Apindo tidak mendapat respons sama sekali," imbuhnya.

Menurut Iqbal, pihaknya sudah menyampaikan aspirasu secara tertulis dan melakukan lobi, termasuk melakukan aksi turun ke jalan dalam skala kecil menengah. Sayangnya pemerintah maupun pengusaha pun tak merespons maka aksi mogok kerja secara nasional jadi pilihan terakhir.

"Kalau kebijakan ini tidak dilakukan atau direalisasikan oleh pemerintah maka rezim upah murah akan berlangsung terus dan eskalasi aksi buruh akan meningkat terus bahkan kita akan lakukan mogok nasional 3 hari berturut-turut," ujar Said.

(wij/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads