Tony mengatakan, pemerintah Amerika Serikat pasti bisa menyelesaikan persoalan masalah internal mereka. Namun, Tony tidak melihat ini sebagai suatu masalah yang besar terhadap perekonomian di dunia, dan khususnya industri penerbangan di Asia.
"Shutdown di Amerika saya pikir pasti ada resolusi, saya nggak terlalu masalah dengan itu," kata Tony saat ditemui di sela acara APEC CEO Summit 2013, di Westin Plenary Hall, Nusa Dua, Bali, Senin (7/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak perlu mempermasalahkan shutdown APEC. Kalau kita bekerjasama di ASEAN, kita punya 600 juta orang (penduduk ASEAN) kita tidak perlu takut, khawatir. Banyak uang yang dihabiskan. Kalau kita bergabung maka kita tidak akan terlalu khawatir dengan itu," katanya.
Dikatakan Tony, ia juga tidak begitu mempersoalkan ketidakpastian ekonomi yang berlangsung selama ini di dunia. Bisnisnya tetap tumbuh meski diterjang beberapa kendala ekonomi global yang sedang terjadi.
"Saya tidak begitu mempersoalkan itu, saya telah mengalami ketidakpastian selama 11 tahun. Dari revolusi, tsunami, tidak apa-apa. Orang tetap ingin terbang, selama kita memberikan produk dengan nilai yang bagus, kita tidak masalah dengan keadaan ekonomi," tutup Tony.
(zlf/hen)











































