Head of Marketing AirAsia Indonesia, Andy Adrian menyatakan, rute baru yang akan dibuka itu masih belum dipastikan. Ada beberapa pilihan yang tengah dipertimbangkan. Yakni kawasan India dan China sebelah Selatan.
Pertimbangan pilihan rute itu, antara lain disebabkan kemampuan dan jarak tempuh pesawat Airbus A320 yang dipesan itu. Pesawat berkapasitas 180 orang itu yang jarak tempuhnya sekitar 4 jam. Jadi rute yang dipilih waktu tempuhnya tidak melebihi waktu itu, sehingga pesawat bisa point to point, tidak harus transit ke mana-mana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan Andy, pihaknya berkomitmen untuk menjadikan Kualanamu sebagai hub internasional, dan salah satu upaya adalah dengan memperbanyak jumlah pesawat yang melayani rute ke Kualanamu. Saat ini ada empat unit pesawat Airbus A320 yang dioperasikan khusus untuk jalur Kualanamu.
“Akhir tahun ini akan datang tiga unit lagi pesawat pesanan jenis Airbus, kemungkinan salah satunya akan ditempatkan di Kualanamu. Jika pesawat sudah datang, maka rute baru itu segera dibuka,” katanya.
AirAsia Indonesia saat ini melayani 8 rute domestik dan internasional dari KNIA dengan frekuensi 129 penerbangan per minggu. Sebanyak 45 penerbangan domestik yakni tujuan Jakarta, Bandung, Pekanbaru dan Surabaya.
Sementara rute internasional dengan frekuensi sebanyak 84 kali per minggu yakni Kuala Lumpur dan Penang (Malaysia), Bangkok (Thailand) serta Singapura.
(rul/ang)











































