Bisakah Mobil Listrik 'Lamborghini' Dahlan Iskan Diproduksi Massal?

Bisakah Mobil Listrik 'Lamborghini' Dahlan Iskan Diproduksi Massal?

- detikFinance
Selasa, 08 Okt 2013 13:55 WIB
Bisakah Mobil Listrik Lamborghini Dahlan Iskan Diproduksi Massal?
Jakarta - Mobil listrik sport baru milik Menteri BUMN Dahlan Iskan yang mirip Lamborghini bernama Selo sangat bagus. Namun bisakah mobil tersebut produksi massal?

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan mobil listrik 'Lamborghini' dari segi tampilan sangat bagus, tapi sulit sepertinya diproduksi massal.

"Mobilnya bagus, tapi sulit untuk diproduksi massal," kata Budi dihubungi detikFinance, Selasa (8/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Budi ada dua kendala utama yang menghambat mobil listrik tidak hanya di Indonesia tapi di dunia dapat berkembang. "Ada dua kendala utama yang menghambat perkembangan mobil listrik tidak hanya di Indonesia tapi di dunia juga," ujar Budi.

Kendala pertama, terbatasnya teknologi baterai saat ini.

"Pertama baterai, teknologi baterai saat ini maksimal hanya dapat menempuh jarak 100 km. Untuk bisa capai jarak 100 km dibutuhkan baterai yang beratnya 200 kilo gram. Bayangkan kalau kita mau pergi dari Jakarta ke Cirebon? habis di jalan, kalau mau tambah jadi 200 km ada tambahan baterai 200 kilo gram lagi di belakang dong, jok mobil belakang harus dicopot," ungkapnya.

Kendala utama yang kedua yakni infrastruktur pengisian mobil listrik masih sangat minim.

"Kalau habis dijalan, tidak ada tempat pengisian mobil listrik, apalagi tempat pengisian mobil listrik itu juga harus khusus, yang bisa mengisi baterai dengan cepat, biar isinya cepat penuh, nah sampai sekarang ini belum ada di Indonesia," tandasnya.

(rrd/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads