Kerjasama ini dilakukan untuk mempromosikan produk UKM, termasuk produk UKM Indonesia yang bisa masuk ritel-ritel modern asal Korea Selatan.
Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya UKMK Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta mengatakan, produk-produk UKM di Indonesia saat ini sudah bisa bersaing di pasar modern seperti bawang goreng asal Sulawesi Tengah, Gula Semut asal Jatirogo Jogjakarta, Rumput Laut Sulawesi Selatan, dan Kopi Luwak dari Sulawesi Selatan sudah masuk gerai ritel Korea seperti Qoo10, Lotte Mart, dan LejelHome Shopping.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebutkan, Korea merupakan mitra dagang terbesar ke-4 Indonesia dan dan investor asing terbesar ke-3 di Indonesia. Melalui kerjasama ini, pihaknya menargetkan bisa meningkatkan kerjasama di bidang perdagangan dengan Korea Selatan mencapai US$ 50 miliar di tahun 2015 dan US$ 100 miliar di tahun 2020.
"Ini merupakan tindak lanjut dari kolaborasi center Indonesia dan Korea pada bulan Juli 2013 lalu. Tindakan nyata dalam bentuk pengembangan produk unggulan daerah seperti bawang merah, gula semut, kopi, dan lain-lain," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah memulai langkah baru dalam kebijakan bilateral antara kedua negara serta kerjasama antarnegara-negara di seluruh dunia dalam hal perdagangan, investasi, pertahanan, dan lingkungan hidup.
Selain itu, kedua negara akan melaksanakan 500 proyek One Village One Product (OVOP) melalui pembinaan, penerapan praktek terbaik dunia, melakukan identifikasi dan memelihara penciptaan suatu model kerjasama. Kolaborasi Korea-Indonesia ini akan dicanangkan hingga tahun 2020.
"Kita targetkan sampai tahun depan bisa mengembangkan 100 OVOP," ujarnya.
OVOP sendiri merupakan rencana pemerintah yang memilih 100 koperasi yang mengembangkan produk unggulan desa untuk mendukung program kemandirian melalui program peningkatan pendapatan dengan pengembangan produk lokal yang khusus.
KOTRA telah menandatangani MoU dengan Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia serta Qoo10, Lotte Mart, LejelHome Shopping, Distributor MuGungHwa untuk mendukung pembukaan pasar-pasar baru khusus produk lokal atas nama OVOP dan telah sepakat bahwa sebagian keuntungan akan digunakan untuk dana pengembangan OVOP.
"Dalam hal ini, KOTRA akan mengajak para pemuda berbakat dari kedua negara untuk berpartisipasi dan berencana akan mengembangkan masyarakat lokal secara berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja," kata CEO KOTRA Oh Young Ho.
Dia mengatakan, kerjasama ini telah dibuat kerangka kerja untuk menciptakan nilai baru melalui pertukaran ide-ide kreatif sumber daya manusia dan bukan hanya pertukaran produk dan modal.
Kerjasama ini juga sekaligus memperingati hubungan diplomatik ke-40 tahun antara Korea dan Indonesia. KOTRA akan mengembangkan Korea-Indonesia Collaboration Center sebagai Pusat Kemitraan untuk kedua negara.
(drk/hen)











































