Banyak Warisan Belanda, Pabrik Gula di Indonesia Tak Efisien

Banyak Warisan Belanda, Pabrik Gula di Indonesia Tak Efisien

Wiji Nurhayat - detikFinance
Kamis, 10 Okt 2013 15:32 WIB
Banyak Warisan Belanda, Pabrik Gula di Indonesia Tak Efisien
Jakarta - Produktivitas pabrik gula (PG) di Indonesia cukup rendah, rata-rata produksi gula nasional hanya 2,5 juta ton padahal kebutuhan mencapai 5,7 juta ton. Salah satu alasan rendahnya produksi gula karena mesin-mesin pabrik yang sudah cukup tua karena warisan Belanda.

"Banyak pabrik gula peninggalan Belanda. Ada 62 pabrik dimana 10 pabrik dimiliki swasta sedangkan 52 lainnya oleh BUMN. Kondisinya macam-macam ini lagi distudi sama kita," ungkap Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto saat ditemui di Gedung Komisi IV DPR Jakarta, Kamis (10/10/2013).

Kebanyakan pabrik gula itu tersebar di Pulau Jawa. Menurut Panggah, salah satu cara yang mesti dilakukan oleh para pengelola pabrikan gula dengan merevitalisasi kondisi pabriknya. Menurut hitungan Panggah, perlu dana hampir Rp 8 triliun untuk merevitalisasi 62 pabrik gula.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya itu kita harus hitung, bagaimana penggantian peralatan sehingga mencapai teknologi yang kompetitif. Kita hitung butuh anggaran Rp 7,9 triliun untuk revitalisasi 62 pabrik itu. Sampai saat ini belum ada alokasinya sebesar itu. Saat ini diserahkan ke pabrik gula," imbuhnya.

Revitalisasi pabrik gula perlu dilakukan untuk menggenjot produksi gula berbasis tebu nasional.
Β 
"Perlu revitaslisasi menyeluruh, kita tahu PG pabrik tua, ada yang sejak zaman tahun 1910, ini harus diangkat efisiensi dengan teknologi yang paling efisien. Selain di on farm menghasilkan tebu varietas produksi juga di pabriknya," katanya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads