"PTPN III ekspor dari Dumai CPO 10 ribu ton. Ekspor ke Tanzania menggunakan kapal," ungkap Menteri BUMN Dahlan Iskan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10/2013)
CPO yang diekspor sebagian berasal dari produksi PTPN V. Dahlan mengaku terharu karena merupakan pertama kali dalam sejarah BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku belum sebulan meminta perusahaan BUMN untuk meningkatkan ekspor. Ia berharap, ini terus ditingkatkan ke depan. "Itu kan belum sebulan kan, sebutnya.
Dikutip dari situs resmi PTPN III, perseroan selama memasarkan hasil komoditas kelapa sawit dan karet ke pasar lokal dan luar negeri melalui PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) yang berkedudukan di Jakarta serta pemasaran CPO melalui Bursa Berjangka Jakarta (BBJ).
Dahlan juga meminta PTPN III membangun pabrik pengolahan CPO. "Saya sudah meminta PTPN III itu untuk membangun industri Oleochemical," ungkap Dahlan.
Biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 2 triliun. Di mana ini menggunakan anggaran internal perusahaan. "Uangnya sebesar Rp 2 triliun. Bukan dari uang APBN. Itu duit internal," sebut Dahlan.
Lokasi pembangunan pabrik adalah di daerah Sei Mangkei, Sumatera Utara. Ini seiring dengan lokasi produksi sawit miliki perusahaan pelat merah tersebut. "Lokasinya di Sei Mangkei, Sumatera Utara," jawabnya.
Pembangunan pabrik akan segera dimulai pada tahun ini. Menurut Dahlan langkah tersebut harus cepat dilakukan. "Tahun ini harus mulai," pungkasnya.
(mkj/hen)











































