"Dari dulu memang Kadin soal subsidi itu kita menginginkan tidak ada lagi subsidi, kita ke harga internasional saja. Itu posisi Kadin. Harusnya menyeluruh, subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) juga dihilangkan," tegas pria yang akrab disapa SBS ini ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (17/10/2013).
Menurutnya, bila subsidi listrik dicabut maka harga produk akan naik tetapi tidak signifikan. Hal ini karena hanya 15%-20% biaya produksi industri disumbang dari listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini pihak pengusaha belum diajak berbicara soal keputusan mencabut subsidi listrik untuk industri tahun depan. Kadin menginginkan agar institusi terkait segera membicarakan masalah ini agar tidak ada efek yang besar karena ketidakpastian perekonomian dunia.
"Belum bicara. Nggak tepat karena situasi dunia sedang begini. Sekarang harusnya kita konsentrasi bagaimana menyehatkan perusahaan-perusahaan dulu. Jangan sampai nanti dampaknya sampai ke PHK (pemutusan hubungan kerja)," cetusnya.
(wij/hen)











































