Sharif Cicip Banggakan Udang RI di Depan Menlu AS John Kerry

Sharif Cicip Banggakan Udang RI di Depan Menlu AS John Kerry

Zulfi Suhendra - detikFinance
Jumat, 18 Okt 2013 14:48 WIB
Sharif Cicip Banggakan Udang RI di Depan Menlu AS John Kerry
Jakarta -

Pada gelaran APEC di Bali beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry sempat bertemu beberapa nelayan di Pelabuhan Benoa, Bali. Waktu itu, Kerry diajak Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo untuk melihat budidaya ikan dan udang.

Sharif mengatakan udang asal Indonesia diekspor ke Amerika Serikat. Udang Indonesia memiliki rasa yang enak dan terbebas dari penyakit.

"Udang Indonesia salah satu yang paling diunggulkan di Amerika Serikat. Saya kemarin sudah mendapatkan pengakuan dari Menlu AS John Kerry, saya bawa dia ke Benoa, dia melihat sendiri," kata Sharif di acara Rakernas Kamar Dagang dan Industri Perikanan dan Kelautan BUMN dan Industri Pertahanan, di Sheraton Hotel Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Jumat (18/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sharif mengatakan, John Kerry terkesan dengan sumber daya hasil perikanan di Indonesia. Tak heran, jumlah ekspor udang ke Amerika Serikat pun menurutnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2012, ekspor udang Indonesia ke Amerika Serikat mencapai US$ 800 juta.

"Dia melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial," katanya.

Menurutnya Indonesia pun diuntungkan dengan adanya penurunan pasokan ekspor udang dari negara produsen ke Amerika Serikat dari negara-negara di luar Indonesia. "Apalagi saya dengar kemarin ada penurunan supply dari negara lain yang menyebabkan harganya meningkat lagi," katanya.

John Kerry mengisahkan dirinya bertemu dengan para nelayan di pelabuhan Benoa Bali. "Kemarin saya ke Benoa bertemu dengan para nelayan di sana," kata Kerry.

Kerry mengatakan, nelayan-nelayan tersebut memasok ikan-ikan yang diperlukan beberapa hotel dan restoran besar di AS. Ia pun memuji Indonesia yang kaya akan hasil ikan. "Mereka mengirimkan ikan di sini setiap hari ke AS, di sana dikirim ke restoran. Ini adalah dunia yang kita tinggali," katanya.

(zlf/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads