Proyek yang mulai dikerjakan Oktober 2013 ini dipercaya belum pernah ada di Indonesia sebelumnya. Untuk tahap pertama, proyek ini membutuhkan dana hingga Rp 4 triliun.
"Selama ini kan belum ada. Tapi saya nggak mau bilang ini pertama kali. Biar Anda yang menilai," ucap Direktur Utama Pelindo III Jarwo Suryanto kepada wartawan di Kementerian BUMN Jakarta, Jumat(18/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahap pertama beroperasi Oktober 2014. Para pabrik di kawasan 2014 sudah bisa pakai dermaga untuk turunkan barang modal. Kita sudah mulai jual lahan kawasan industri," sebutnya.
Sementara untuk pengembangan fasilitas perumahan, Pelindo III akan menggandeng mitra yakni PT AKR Land Development. Pihak mitra bertugas membebaskan lahan seluasa 500 hektar dan membangun perumahan. Nantinya perumahan ini dijual bagi pekerja, baik lokal maupun asing yang bekerja di kawasan JIIPE.
"Di sana bangun kawasan hunian karena pasti ada tenaga ekspatriat seperti Karawaci dan Karawang untuk pelengkap kawasan industri," katanya.
Pada pembangunan tahap I, Pelindo III sudah melakukan penawaran. Bahkan Jarwo mengaku sudah banyak investor yang berencana dan sudah membeli atau menyewa lahan di kawasan JIIPE. Umumnya perusahaan tersebut bergerak di bidang CPO dan turunannya.
"JIIPE tahap pertama 700 hektar. Kita sudah mulai jual lahan. Pelabuhan 370 hektar kita mulai 50 hektar. Biaya Rp 4 triliun tahap 1," paparnya.
Dengan konsep integrasi perumahan, pelabuhan dan kawasan industri, maka diharapkan muncul efisiensi yang lebih tinggi. Saat ini proses pembebasan lahan untuk kawasan industri telah mencapai 1.200 hektar. Untuk pengembangan kawasan ini, Pelindo III mengeluarkan modal sendiri hingga pinjaman dan penerbitan obligasi.
"Itu dana pinjaman dan internal. Nanti kita akan keluarkan obligasi dan pinjaman," jelasnya.
(hen/ang)











































