Sudah Lalu Lalang di Jalanan, Mobil Murah Tetap Menuai Pro Kontra

Sudah Lalu Lalang di Jalanan, Mobil Murah Tetap Menuai Pro Kontra

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 22 Okt 2013 11:28 WIB
Sudah Lalu Lalang di Jalanan, Mobil Murah Tetap Menuai Pro Kontra
Jakarta - Keberadaan mobil murah (LCGC) sejak rencana awal hingga kini terus menuai pro kontra walaupun mobil ini sudah banyak lalu lalang di jalan-jalan perkotaan seperti Jakarta. Ada pihak yang setuju dengan mobil murah namun ada yang lebih pro kepada transportasi massal.

Direktur Industri Alat Transportasi Darat Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Soerjono sebagai pihak yang membidani LCGC, mengungkapkan meluncurnya mobil murah di Indonesia bisa mencegah banjirnya mobil impor dari negara Thailand dan Malaysia. Apalagi, dalam hitungan tahun Indonesia dihadapkan perdagangan bebas ASEAN.

"Di awal 2015 nanti mobil yang sama buatan Thailand atau Malaysia akan menyerbu Indonesia dan kita nggak bisa apa-apakan," kata Soerjono dalam acara Roundtable Mobil Murah Dampak dan Solusinya di Kantor Balitbang Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (22/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara ini juga dihadiri oleh pengamat transportasi seperti Dharmaningtyas, Ellen Tangkudung, dan Harry Budiarto.

Selain itu, latar belakang diluncurkannya LCGC karena ada 60 juta pemilik sepeda motor mengidamkan punya mobil dengan harga terjangkau dan hemat bahan bakar minyak (BBM).

Sementara itu, yang kontra pun muncul dari Pengamat Transportasi dari Universitas Indonesia, Ellen Tangkudung, ia mementahkan anggapan bahwa ada 60 juta pemilik kendaraan bermimpi untuk memiliki mobil.

"Kalau latar belakangnya gini malah jadi boros dong. Kalau pakai motor kan pemakaian bensinnya 1:30 minimal, sedangkan mobil murah ini 1:20. Berarti lebih boros dong. Jangankan 60 juta, ratusan ribu saja jadi lebih boros," katanya.

(zlf/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads