Direktur Industri Alat Transportasi Darat Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Soerjono sebagai pihak yang membidani LCGC, mengungkapkan meluncurnya mobil murah di Indonesia bisa mencegah banjirnya mobil impor dari negara Thailand dan Malaysia. Apalagi, dalam hitungan tahun Indonesia dihadapkan perdagangan bebas ASEAN.
"Di awal 2015 nanti mobil yang sama buatan Thailand atau Malaysia akan menyerbu Indonesia dan kita nggak bisa apa-apakan," kata Soerjono dalam acara Roundtable Mobil Murah Dampak dan Solusinya di Kantor Balitbang Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Selasa (22/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, latar belakang diluncurkannya LCGC karena ada 60 juta pemilik sepeda motor mengidamkan punya mobil dengan harga terjangkau dan hemat bahan bakar minyak (BBM).
Sementara itu, yang kontra pun muncul dari Pengamat Transportasi dari Universitas Indonesia, Ellen Tangkudung, ia mementahkan anggapan bahwa ada 60 juta pemilik kendaraan bermimpi untuk memiliki mobil.
"Kalau latar belakangnya gini malah jadi boros dong. Kalau pakai motor kan pemakaian bensinnya 1:30 minimal, sedangkan mobil murah ini 1:20. Berarti lebih boros dong. Jangankan 60 juta, ratusan ribu saja jadi lebih boros," katanya.
(zlf/hen)











































