Sedangkan tahun ini diperkirakan produksi dan penjualannya hanya sebanyak 30.000 unit. Pada tahun depan produksinya akan mencapai 10-15% dari total produksi mobil/penjualan mobil sekitar 1,3 juta unit, artinya sekitar 120.000-130.000 unit mobil murah.
Direktur Industri Alat Transportasi Darat Kementerian Perindustrian Soerjono mengatakan sebagai mobil perkotaan, mobil murah bisa juga dipasarkan di seluruh Indonesia termasuk wilayah-wilayah perkotaan yang kontur tanahnya berbukit-bukit seperti di Kota Jayapura, Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya tidak ada masalah bila mobil murah ditolak seperti di Kota Jakarta. Menurutnya mobil murah tetap banyak peminat di wilayah lain selain Jakarta.
"Kalau LCGC tidak bisa di-register di Jakarta, nanti akan di-register di luar Jakarta," katanya.
Ia menegaskan industri mobil murah di dalam negeri karena bisa menghadang produk sejenis dari impor. Selain itu secara bersamaan harus dikembangkan transportasi massal.
"Kalau populasi sudah dipenuhi di dalam negeri itu dari Thailand tidak akan bisa bersaing lagi," katanya.
(zlf/hen)











































