"Awal-awal jadi menteri Merpati, saya tegaskan Merpati nggak bisa dipertahankan dan jalan terbaik itu ditutup. Kita bicarakan dengan staf tertinggi bagaimana kalau ditutup dan seluruh karyawan dapat pesangon lahan sawit 2 hektar. Itu bisa untuk hidup karena 2 hektar cukup untuk hidup," ucap Dahlan usai melakukan breakfast meeting dengan delegasi Swiss di Hotel Hyatt Jakarta, Minggu (27/10/2013).
Namun saat itu, jajaran direksi menolak opsi penutupan Merpati. Di depan Dahlan, jajaran manajemen minta diberi kesempatan kembali menyelamatkan Merpati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakuinya kondisi Merpati secara keuangan terbilang sangat sulit. Ia pun menyerahkan program dan tenggat waktu program restrukturisasi kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).
"Memang opsi terakhir ditutup. Tapi nggak ada target kapan program restrukturisasi selesai. Merpati sulit sekali," tegasnya.
Pertemuan dengan Delegasi Swiss
Dahlan Iskan menggelar pertemuan dengan delegasi pemerintah Swiss hari ini. Acara yang digelar secara tertutup ini, digelar mulai pukul 07.00 di hotel Hyatt bundaran HI Jakarta.
"30 pengusaha Swiss yang dipimpin Menteri Ekonomi, Pendidikan dan Riset Johann N Schneider-Amman dengan 6 BUMN dan Kementerian BUMN dipimpin Menteri BUMN," ucap staff khusus Menteri BUMN Abdul Aziz.
Aziz yang ikut menemani Dahlan menjelaskan pertemuan kali ini membahas persoalan bisnis.
"Acaranya Business Meeting jam 7 pagi ini," jelasnya.
(hen/dru)











































