Dahlan: Awal Jadi Menteri, Saya Ingin Sekali Tutup Merpati

Dahlan: Awal Jadi Menteri, Saya Ingin Sekali Tutup Merpati

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Minggu, 27 Okt 2013 10:19 WIB
Dahlan: Awal Jadi Menteri, Saya Ingin Sekali Tutup Merpati
Jakarta - Dahlan Iskan mengaku di awal menjadi Menteri BUMN ingin menutup maskapai pelat merah, PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Saat itu, ia mengumpulkan jajaran direksi Merpati. Dihadapan petinggi Merpati, ia membuka opsi menutup dan memberhentikan semua karyawan Merpati.

"Awal-awal jadi menteri Merpati, saya tegaskan Merpati nggak bisa dipertahankan dan jalan terbaik itu ditutup. Kita bicarakan dengan staf tertinggi bagaimana kalau ditutup dan seluruh karyawan dapat pesangon lahan sawit 2 hektar. Itu bisa untuk hidup karena 2 hektar cukup untuk hidup," ucap Dahlan usai melakukan breakfast meeting dengan delegasi Swiss di Hotel Hyatt Jakarta, Minggu (27/10/2013).

Namun saat itu, jajaran direksi menolak opsi penutupan Merpati. Di depan Dahlan, jajaran manajemen minta diberi kesempatan kembali menyelamatkan Merpati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka minta diberi kesempatan untuk survive dan bertahan. Saya waktu itu bilang oke dijalani. Syaratnya nggak akan ada bantuan dana. Nggak ada bantuan Pertamina, Angkasa Pura. Bantuan yang kita berikan yakni kita perjuangkan restrukturisasi. Tapi saya juga nggak jamin itu disetujui," sebutnya.

Diakuinya kondisi Merpati secara keuangan terbilang sangat sulit. Ia pun menyerahkan program dan tenggat waktu program restrukturisasi kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero).

"Memang opsi terakhir ditutup. Tapi nggak ada target kapan program restrukturisasi selesai. Merpati sulit sekali," tegasnya.

Pertemuan dengan Delegasi Swiss

Dahlan Iskan menggelar pertemuan dengan delegasi pemerintah Swiss hari ini. Acara yang digelar secara tertutup ini, digelar mulai pukul 07.00 di hotel Hyatt bundaran HI Jakarta.

"30 pengusaha Swiss yang dipimpin Menteri Ekonomi, Pendidikan dan Riset Johann N Schneider-Amman dengan 6 BUMN dan Kementerian BUMN dipimpin Menteri BUMN," ucap staff khusus Menteri BUMN Abdul Aziz.

Aziz yang ikut menemani Dahlan menjelaskan pertemuan kali ini membahas persoalan bisnis.

"Acaranya Business Meeting jam 7 pagi ini," jelasnya.

(hen/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads