"Saya ingin Indonesia sebagai pusat halal dunia. Kenapa? Karena konsumen muslim kita mencapai 200 juta orang, lalu banyaknya aneka macam produk seperti makanan, minuman, kosmetika, dan obat-obatan yang bersertifikasi halal," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin saat membuka acara Indonesia Internasional Halal Expo (INDHEX) 2013 dan Fishery Seafood Expo di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (30/10/2013).
Kemudian, Ma'ruf berkomitmen menjadikan sektor pariwisata Indonesia mempunyai standar syariah. Salah satu cara yang akan dilakukan adalah, memberikan label halal kepada restoran yang ada di Indonesia. Cara ini dilakukan, karena makanan adalah salah satu daya tarik wisatawan asing datang ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ma'ruf, potensi keuntungan ekonomis pengenaan label halal di seluruh dunia saat ini cukup besar. Tetapi justru yang menguasai adalah negara yang mayoritas penduduknya bukan beragama muslim, seperti Amerika Serikat dan Eropa.
"Label halal menjadi tren di seluruh dunia saat ini. Potensinya keuntungan ekonomis per tahun mencapai US$ 650 miliar terutama atas produk halal yang ada di seluruh dunia. Dari jumlah itu ternyata banyak dikuasai Amerika Serikat dan Eropa yang mayoritas penduduknya bukan muslim. Itu artinya label halal telah memenuhi standar keamanan dan kesehatan suatu produk," cetusnya.
(wij/dnl)











































