Anggota Dewan Pengupahan dari undusr pengusaha Sarman Simanjorang mengungkapkan, dari data yang diterima , rata-rata perusahaan mengalami kerugian Rp 500 juta akibat aksi mogok dan demo tersebut. Karena perusahaan di KBN hampir seluruhnya menghentikan proses produksi.
"Akibat stok produksi perusahaan mengalami kerugian lebih kurang 500 Rp juta per perusahaan. Kalau jumlah perusahaan ada sekitar 97 perushaan, maka jumlah kerugian mencapai Rp 48,5 miliyar," kata Sarman dalam keteranganya, Senin (4/11/2013).
Wakil Ketua Umum Kadin Jakarta ini menambahkan, kerugian tersebut belum termasuk, pinalti atau dari konsumen perusahaan itu sendiri, terkait keterlambatan pengiriman barang uang tidak sesuai kontrak kerja. Pasalnya, perusahaan mengalami kendala untuk memenuhi pesanan karena adanya aksi demo.
"Dan juga adanya sarana dan prasarana perusahaan yang rusak seperti adanya pagar yang rusak," kata Sarman.
Dari pantauan yang dilakukannya, selain KBN, demo dan aksi mogok dilakukan di kawasan industri seperti EJIP Pulogadung juga kawasan industri di Daan Mogot.
"Namun kami belum dapat info kerugian yang di alami.Pabrik di Kawasan EJIP tidak semuanya yang stop produksi ada yang hanya mengirimkan perwakilan ikut demo sebagai bentuk solidaritas.
Unsur pengusaha mengharapkan, buruh sejatinya meningkatkan produktifitas dengan tetap bekerja seiring dengan tuntutannya meminta kenaikan upah. Itu untuk menjaga kelangsungan perusahaan dan mencegah terjadinya PHK.
"Bukan sebaliknya meninggalkannya memilih demo yang mengakibatkan behentinya produksi yang merugikan perusahaan," katanya.
"Dalam menyampaikan aspirasi serikat buruh akan lebih efektif jika dilakukan dengan dialog melalui lembaga yang sdh ada dari pada harus demo yang menurunkan produktivitas dan daya saing bangsa," tambahnya.
(zlf/ang)











































