Pabrik Michelin di Banten Rekrut 170 Karyawan Lalu Dilatih di Prancis

Pabrik Michelin di Banten Rekrut 170 Karyawan Lalu Dilatih di Prancis

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 06 Nov 2013 08:35 WIB
Pabrik Michelin di Banten Rekrut 170 Karyawan Lalu Dilatih di Prancis
Foto: Reuters
Jakarta -

Produsen ban asal Perancis, Compagnie Financière Groupe Michelin, bekerja sama dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) membangun pabrik bahan baku ban di Cilegon, Banten. Sebanyak 170 karyawan akan direkrut untuk bekerja di pabrik senilai Rp 4,1 triliun ini.

CEO Michelin Jean-Dominique Senard mengungkapkan, seluruh pekerja perusahaan patungan ini terlebih dahulu akan dilatih di 2 negara perusahaan Michelin telah berdiri, yakni di Perancis dan Amerika Utara. Alasannya, mereka harus bisa mengoperasikan dan bekerja dengan teknologi tinggi di perusahaan Michelin dan Chandra Asri di Cilegon nantinya.

"Kita menggunakan teknologi yang tinggi. Jadi karyawan harus mampu mengoperasikan, karena prosesnya sangat kompleks," kata Senard saat ditemui di Kediaman Duta Besar Perancis di kawasan Menteng, Jakarta, dikutip Rabu (6/11/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, akan ada ratusan orang yang akan dikirim ke Amerika Utara dan Perancis. Dalam waktu beberapa bulan hingga satu tahun, mereka akan dilatih oleh tenaga profesional dari Michelin.

"Ada yang beberapa bulan sampai satu tahun," katanya.

Sementara itu, Presiden Direktur Chandra Asri, Erwin Ciputra mengatakan, pabrik ini akan mulai dibangun pada tahun 2015 nanti dan akan mulai berproduksi bahan baku ban pada tahun 2017 nanti. Saat ini, kedua perusahaan tengah melakukan persiapan untuk membangun pabrik tersebut.

"Kami menjadwalkan, keputusan finansial dan semua persiapan selesai tahun 2014. Pembangunan direncanakan mulai awal 2015. Dengan demikian, pabrik ditargetkan on stream pada 2017," katanya.

Per tahun perusahaan tersebut akan memproduksi sekitar 120 ribu ton bahan baku ban berupa synthetic rubber. Pasar Indonesia untuk bahan baku ban masih tergolong minim. Sehingga Erwin mengatakan, untuk tahap awal, target pasar akan masih banyak diekspor untuk kebutuhan Michelin.

"Tapi di Indonesia masih akan kita dorong. Intinya nanti kita akan fokus di Indonesia. Karena di agreement kita sepakat kalau Indonesia punya prospek, yang ekspor akan kita turunkan," tambahnya.

(zlf/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads