Produsen mobil terbesar di dunia itu meraup laba 1 triliun yen (Rp 101,4 triliun) dengan omzet 12,55 triliun yen (Rp 1.255 triliun) yang naik 14,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Produsen Camry dan Prius itu langsung menaikkan proyeksi kinerjanya tahun ini yang akan berakhir Maret 2014 nanti menjadi 1,67 triliun yen untuk laba, naik dibandingkan perolehan tahun lalu 1,48 triliun yen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain nilai tukar yen yang melemah, laba operasi juga naik karena adanya penghematan di pemasok dan distributor kami," ujar Vice President Toyota Nobuyori Kodaira dalam keterangan tertulis yang dikutip AFP, Rabu (6/11/2013).
Hingga Maret 2014 nanti, perusahaan memproyeksi masih bisa menjual sampai 9,1 juta mobil. Toyota menjadi perusahaan otomotif terakhir yang melaporkan kinerja triwulanan.
Sebelumnya Honda sudah melaporkan lonjakan laba 47%, sementara Suzuki dan Mitsubishi Motors juga masih membukukan laba bersih.
Sedangkan Nissan justru mengalami sedikit perlambatan karena penjualan mobilnya di Eropa lesu dan banyaknya produknya yang ditarik kembali.
(ang/dnl)











































