"Total utang Rp 1,2 triliun. Itu utang pokok plus bunga, plus denda," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (12/11/2013)
Hanung menuturkan, penumpukan utang tersebut karena konsumsi avturyang masih besar. Rata-rata utang per harinya mencapai Rp 2 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini Pertamina sudah cukup mendukung Merpati dalam operasionalnya. Namun Pertamina masih ada keterbatasan menanggung risiko.
Terkait dengan penghentian penyaluran avtur, Hanung mengaku akan membuka kembali bila pembayaran dilakukan melalui tunai, dan tidak utang lagi. Termasuk untuk lima bandara yang sudah diembargo.
"Kalau cash itu saya buka di mana saja, termasuk untuk lima bandara yang sudah kita embargo. Itu kita buka asalkan cash. Lima bandara itu Yogyakarta Semarang Bandung Jakarta. Palembang," kata Hanung.
(mkl/dnl)











































