700 Karyawan Kontrak dan Outsourcing PTDI Diangkat Jadi Tetap

700 Karyawan Kontrak dan Outsourcing PTDI Diangkat Jadi Tetap

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 18 Nov 2013 11:10 WIB
700 Karyawan Kontrak dan Outsourcing PTDI Diangkat Jadi Tetap
Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan mengangkat 700 karyawan kontrak dan outsourcing jadi karyawan tetap. Ujian seleksi sudah dilakukan selama dua hari di akhir pekan lalu.

Mereka yang mengikuti seleksi dari tingkatan pendidikan S1, D3, dan SLTA. Pelaksanaan seleksi ini sejalan dengan proses regenerasi yang berlangsung di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Pasalnya dalam dua tahun ke depan, lebih dari setengah karyawan tetap yang saat ini berjumlah 3000 orang akan memasuki usia pensiun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PTDI adalah salah satu perusahaan kebanggaan bangsa Indonesia, dengan kemampuan intelektual yang tinggi putera-puteri bangsa menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia dapat menghasilkan barang berteknologi tinggi dan berkualitas dunia serta mampu bersaing dengan bangsa-bangsa yang telah lebih dulu maju," kata Direktur Umum Dan SDM PTDI, Sukatwikanto, dalam siaran pers, Senin (18/11/2013).

PTDI merupakan aset Negara yang memiliki arti strategis, karena produknya selain dapat digunakan untuk menggerakkan roda ekonomi juga sebagai alat utama sistem persenjataan yang sangat dibutuhkan Indonesia sebagai Negara kepulauan.

Saat ini penguasaan teknologi tinggi oleh putera-puteri Indonesia hendaknya dapat dipertahankan dan dilestarikan demi masa depan bangsa dan negara. Untuk itu estafet penguasaan teknologi tinggi harus menjadi perhatian kita bersama. Dengan masuknya generasi penerus menjadi karyawan tetap di PTDI berarti kesinambungan akan terjaga.

Dengan adanya pengangkatan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap juga menunjukkan ada tanda-tanda kepulihan dan kebangkitan PTDI dalam pengelolaan bisnisnya.

"Masa depan bangsa ini memang ada pada generasi penerus. Merekalah yang menjadi penentu apakah bangsa ini bisa maju atau hanya akan jadi penonton dalam percaturan dan persaingan dunia yang semakin ketat," katanya.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads