"Yang dimaksud mobil murah itu yang untuk pedesaan bukan yang LCGC," ungkap Chatib di kantornya, Jakarta, Senin (18/11/2013)
Sayangnya Chatib tidak bisa menjelaskan soal angkutan pedesaan yang dimaksud. Ia juga belum dapat dipastikan kendaraan ini juga menerima insentif pajak seperti yang diberikan kepada LCGC. "Saya belum tahu persis, nanti saya tanya Pak Hidayat (Menteri Perindustrian) dulu," sebutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"LCGC bukan mobil murah namanya saja low cost green car, itu yang berkaitan dengan penghematan energi, kan kalau 22/1 itu bakal lebih murah. Penekanannya yang green itu, karena penggunaan bbm yang kecil. Nah kemudian karena CC-nya kecil harganya lebih murah," ujar Chatib beralasan.
(mkl/hen)











































