"Restoran Thailand di seluruh penjuru dunia itu disubsidi oleh pemerintahnya," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu saat berkunjung ke kantor redaksi detikcom, Selasa (19/11/2013).
Menurut Mari, cara ini penting untuk mengangkat dan memperkenalkan menu makanan/minuman asli negara tersebut. Lalu memberi daya tarik wisatawan asing untuk mau berkunjung langsung ke negara yang bersangkutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, produk makanan segar asal Thailand juga mudah ditemui di supermarket berbagai negara. Hal ini tidak lepas dari peranan negara yang cukup besar untuk gencar mempromosikan dan mengenalkan produknya ke negara lain.
"Produk makanan olahan dan segar Thailand juga dapat ditemui dengan mudah di supermarket di luar negeri. Jadi kalau kita berkunjung ke Amerika Serikat sana dapat ditemukan dengan lemon grass dan besol Thailand. Kemudian bumbu makanan cepat saji seperti tomyang juga bisa ditemui," katanya.
Mari mengatakan, program ini sudah dirintis sejak kepemimpinan Thaksin Shinawatra di awal tahun 2000-an. Saat itu Thaksin mempunyai keinginan memperkenalkan 5 produk dalam negerinya ke mancanegera. Lalu yang terkenal hingga kini adalah makanan dan otomotif.
"Thailand di bawah kekuasaan Thaksin di awal tahun 2000-an dia berani menggemakan 5 hal, dan menggunakan konsultan dan memakai branding secara serius. Contohnya yang saya ingat dari 5 itu adalah Thailand the Kitchen in the World dan satu lagi otomotif. Jadi ada dua satu food dan satu lagi otomotif," jelasnya.
Lalu bagaimana dengan Indonesia? Hingga kini pemerintah Indonesia masih sulit untuk mengucurkan dana subsidi seperti yang Thailand lakukan. Pemerintah hanya mempunyai prioritas untuk mengembangkan beberapa produk kreatif yang bernilai ekonomi.
"Prioritas kita saat ini mengembangkan kuliner lalu ada fesyen, film dan musik tetapi tidak semua. Saya juga penasaran untuk mengembangkan lagu anak karena sekarang ini yang dinyanyikan anak banyakkan lagu orang dewasa. Lagu anak lama mungkin kita terbitkan ulang ditambah nanti lagu baru. Komik, animasi dan game juga sama. Lalu ada seni pertunjukan seperti yang kita akan lakukan Indonesian Performing Art, jadi gambarannya kita melakukan itu," tegasnya.
Mari mengatakan, sebenarnya sudah ada 30 produk kuliner unggulan yang diusung pemerintah. Namun untuk promosinya, baru bisa dilakukan lewat kantor-kantor Kedubes Indonesia di sejumlah negara. Kondisi ini memiliki kekurangan. Sebab negara-negara tetangga kita sudah jauh lebih maju dengan memakai pihak swasta mempromosikan produk-produk kreatifnya, dan mengeluarkan dana besar.
(wij/dnl)











































