Ini Tujuan Orang Terkaya Rusia Datangi Kantor Hatta Rajasa

Ini Tujuan Orang Terkaya Rusia Datangi Kantor Hatta Rajasa

- detikFinance
Selasa, 19 Nov 2013 17:24 WIB
Ini Tujuan Orang Terkaya Rusia Datangi Kantor Hatta Rajasa
Foto: Oleg Deripaska
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa kedatangan tamu istimewa, yaitu salah satu orang terkaya di Rusia dan dunia. Tamu itu adalah Oleg Deripaska yang merupakan CEO dari UC RUSAL, perusahaan alumunium terbesar Rusia. Ada apa?

Ternyata, Oleg ingin menanamkan investasi di Indonesia dengan nilai US$ 6 miliar atau sekitar Rp 60 triliun. Investasi ini dalam bentuk pembangunan smelter atau pemurnian hasil tambang mentah. Menurut rencana, pabrik ini akan dibangun di Tayan, Kalimantan Barat.

"RUSAL akan melakukan investasi sebesar US$ 6 miliar dimulai dengan US$ 3 miliar dulu untuk membangun smelter dari bauksit ke alumina, dari alumina ke aluminium, dan berpotensi nanti ke industri hilirnya sampai ke aluminium foil, berbagai macam turunan aluminium," kata Hatta usai pertemuan dengan Oleg Deripaska di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (19/11/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hatta, minat perusahaan Rusia tersebut datang akibat UU Minerba tahun 2009, terkait pelarangan ekspor barang tambang mentah di Indonesia mulai 2014. Kehadiran orang terkaya di Rusia tersebut untuk ketiga kalinya ke Indonesia adalah untuk memastikan aturan itu.

"RUSAL dengan duta besarnya itu meminta kepastian kepada saya mengenai pemberlakuan UU Minerba 2009 mengenai tidak diperbolehkan lagi ekspor bahan mentah," jelasnya.

Kekhawatiran tersebut sudah dijawab oleh Hatta. Ia memastikan hal tersebut sudah ada dalam UU, sehingga tidak mungkin untuk dilanggar. Tahun 2014, pemerintah tetap akan memberlakukan pelarangan ekspor untuk barang tambang mentah.

"Saya tegaskan bahwa sesuai UU maka sejak Januari kita tidak lagi memberlakukan ekspor bahan mentah. Bauksit terutama," kata Hatta.

Hatta menuturkan, selama ini bauksit sebesar 40 juta ton hanya diekspor ke China dalam bentuk barang mentah. Kondisi ini tidak memberikan keuntungan lebih untuk dalam negeri.

"Selama ini lebih dari 40 juta ton pertahun bauksit mentah kita diekspor ke China dan ini tidak memberikan manfaat besar bagi kita di dalam meningkatkan PDB. Dengan investasi ini kita harapkan Indonesia berpotensi menjadi basis industri aluminium," ujarnya.

Di samping itu, Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) yang akan menjadi milik Indonesia, juga akan terintegrasi sebagai basis industri alumunium.

"Oleh sebab itu industri smelter yang memproduksi alumina bisa juga mendukung Inalum untuk menghasilkan aluminium. Dengan demikian kita bisa mengembankan industri terintegrasi di tanah air kita dan bisa jadi industri aluminum terbesar di dunia dengan potensi yang kita miliki," paparnya.

Forbes mencatat kekayaan Oleg Deripaska mencapai US$ 8,5 miliar atau sekitar Rp 85 triliun. Oleg menjadi orang terkaya ke-16 di Rusia dan ke-131 di dunia.


(mkl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads