"Dari target pendapatan (dari kedelai edamame) sebesar Rp 121 miliar, Rp 102 miliar di antaranya berasal dari ekspor ke Jepang," ungkap Direktur Mitra Tani Dua Tujuh Wasis Pramono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/11/2013).
Tahun ini perusahaan menargetkan ekspor kedelai edamame sebanyak 5.593 ton, atau naik dari tahun 2012 lalu sebesar 5.238 ton. Sejauh ini, target yang ditetapkan perusahaan masih di jalur yang benar. Adapun untuk pasar dalam negeri, tahun ini Mitra Tani menjual 1.360 ton kedelai edamame dan okra atau meningkat dari tahun lalu sebesar 1.317 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini kami on the right track untuk mencapai target. Kelas menengah adalah penyuka produk-produk pertanian berkualitas tinggi. Edamame dinilai mewakili produk pertanian tersebut, sehingga edamame banyak disajikan di restoran dan hotel berbintang," imbuhnya.
Bisnis inti Mitra Tani adalah sayuran beku dengan fokus ekspor ke Jepang. Komoditas yang dihasilkan adalah kedelai edamame, mukimame, edatski, dan okra. Produksi terbesar adalah kedelai edamame sangat diminati pasar ekspor. Untuk pasar ekspor, 80% ditujukan ke Jepang sisanya ke Amerika Serikat, Eropa, dan Singapura.
Saat ini, jumlah konsumen besar untuk penjualan ekspor sebanyak 22 yang merupakan perusahaan dan distributor makanan besar di Jepang dan sejumlah negara lainnya yang kemudian didistribusikan ke supermarket, restoran, kafe, dan hotel berbintang di banyak kota besar.
"Kedelai edamame ini banyak diminati oleh masyarakat Jepang karena dikenal kaya nutrisi, non-kolesterol, dan bebas bahan kimia," katanya.
Pasarkan Produk Bumbu Jadi
Selain memasarkan produk edamame dan okra, Mitra Tani juga mengembangkan pemasaran produk bumbu siap pakai dan sayuran siap makan. Perusahaan ini telah memasok aneka bumbu dan sayur siap pakai ke PT Freeport Indonesia dengan nilai mencapai belasan milliar rupiah setiap tahunnya.
Wasis mengatakan, pihaknya memroduksi sekitar 64 bumbu dan sayur siap pakai, antara lain bumbu rendang, bumbu rujak, bumbu rica-rica, bumbu sambal goreng dan masih banyak aneka bumbu lainnya. Sementara untuk sayur dan makanan kecil beku meliputi sayur sop, cap cay, perkedel, masih banyak lainnya.
"Selama ini, kami mengirim aneka bumbu dan sayur ke PT Freeport. Alhamdulillah, tiap tahun jumlahnya meningkat terus," ungkapnya.
Sejak dua tahun lalu, Mitra Tani sudah mengirim bumbu jadi dan sayuran ke PT Freeport Indonesia dengan omzet Rp 6 milliar untuk tahun 2011 dan kini meningkat 200%.
"Untuk tahun 2013, kurang lebih omzet produk bumbu siap pakai sekitar Rp 11 milliar. Dalam dua bulan saja November-Desember 2013 ini saja kami dapat pesanan 141 ton bumbu dan sayuran siap pakai dari Freeport," sebutnya.
Wasis menambahkan, prospek pasar bumbu siap pakai cukup menjanjikan.
"Kami mencoba untuk menawarkan ke perusahaan pertambangan dan pengeboran minyak milik asing. Di sana produk bumbu dan sayur beku siap pakai kami tinggal dimasak," ujarnya.
(wij/dnl)











































