"Akhirnya jelas, siapa yang berwenang mengurusi mobil listrik. Kejelasan ini baru terjadi minggu lalu. Dahulu kan mobil listrik sebelumnya kayak Kuntilanak, ada yang bilang di Kemenhub, Menristek, Kementerian Perindustrian. Ini kan berpijaknya nggak jelas. Akhirnya minggu lalu mobil listrik sudah menjadi urusan Menristek," ucap Dahlan saat ditemui usai rapim BUMN di Jakarta, Kamis (21/11/2013).
Pasca dipegang Menristek, Dahlan menilai program mobil listrik ini terbilang maju. Menristek memiliki semangat tinggi terhadap misi pengembangan mobil listrik buatan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait program mobil murah produksi dalam negeri. Dahlan menjelaskan BUMN seperti PT Industri Kereta Api (INKA) (Persero) telah memproduksi mobil murah bernama GEA. Namun Dahlan telah menghentikan program tersebut. Menurutnya INKA sebaiknya fokus mengembangkan dan mengerjakan alat transportasi kereta daripada mobil.
"PT INKA sibuk memproduksi kereta api dan saya minta PT INKA mengerjakan kereta api. Misal kualitas kemudian nggak telat dan nggak impor terus dari Jepang. INKA jangan diganggu nanti fokusnya bisa buyar. Biarlah INKA ini masih bangkit dari liang kuburnya," jelasnya.
(hen/hen)











































