Proses transfer pembayaran dalam rangka pengambilalihan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) belum selesai. Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengirimkan tim ke Tokyo untuk menemui konsorsium Nippon Asahan Alumunium (NAA), Jepang.
"Inalum hari ini tim saya dipimpin Pak Agus Tjahajana (Dirjen Kerjasama Industri Internasional) ada di Tokyo," kata Hidayat saat ditemui di sela acara Rapat Penghargaan Industri Hijau di Kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (26/11/2013).
Hidayat mengatakan, tim Indonesia dengan pihak Jepang salah satunya membahas soal penghentian kerjasama atau termination agreement. Pemerintah sudah melakukan rapat terakhir soal posisi Inalum pekan lalu. Seharusnya penandatanganan penghentian kerjasama dilakukan 1 November 2013 namun molor karena kedua pihak belum sepakat soal nilai buku Inalum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Hidayat, pemerintah mengharapkan selesainya diskusi dengan Jepang maka penandatanganan termination agreement bisa dilakukan minggu ini.
"Minggu ini termination agreement, saya pengennya sebelum tanggal 12 (Desember). Karena 12-15 (Desember) presiden akan ke Jepang sama saya," katanya.
(zlf/hen)











































