Dolar Tembus Rp 11.800, MS Hidayat: Belum Ganggu Industri

Dolar Tembus Rp 11.800, MS Hidayat: Belum Ganggu Industri

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 27 Nov 2013 13:24 WIB
Dolar Tembus Rp 11.800, MS Hidayat: Belum Ganggu Industri
Jakarta - Industri di dalam negeri masih banyak bergantung dengan impor bahan baku dan bahan penolong. Makin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar secara langsung berdampak pada pembelian bahan-bahan impor tersebut.

Namun Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat menegaskan kalangan industri belum terganggu dengan melemahnya nilai tukar rupiah. Namun ia mengingatkan lama-lama industri akan terkena imbas, karena persoalannya bukan hanya pembelian bahan baku impor yang naik harganya.

"Belum mengganggu tapi mulai harus disikapi dengan sungguh-sungguh," kata Hidayat kepada detikFinance, Rabu (27/11/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hidayat menambahkan persoalan genting yang harus dihadapi dunia usaha karena melemahnya nilai rupiah antaralain persoalan pembayaran utang luar negeri. Menguatnya dolar terhadap rupiah akan semakin membengkaknya nilai utang yang harus dibayarkan dunia usaha.

"Mudah-mudahan hanya sesaat atau sementara mengingat setiap akhir tahun kebutuhan dolar meningkat untuk menutupi berbagai keperluan membayar kewajiban utang dan sebagainya," katanya.

Ia menyadari rupiah tak bisa lagi digiring ke level yang lebih kuat yang pernah terjadi pada periode sebelumnya. Sehingga ia berharap nilai tukar dolar terhadap rupiah yang ideal sebesar Rp 11.500/US$.

"Idealnya adalah pada level Rp 11.500, dan harus stabil tidak fluktuatif," katanya.

Dolar AS terus melambung hingga level Rp 11.800. Angka ini merupakan yang tertingginya sejak Maret 2009 lalu. Hari ini dolar dibuka di level Rp 11.755 dan terus menguat terhadap rupiah. Saat ini dolar AS diperdagangkan di level Rp 11.820.

Bank Indonesia (BI) sendiri dalam kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang jadi patokan pedagang valas juga mematok kurs di Rp 11.813.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads