Namun Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat menegaskan kalangan industri belum terganggu dengan melemahnya nilai tukar rupiah. Namun ia mengingatkan lama-lama industri akan terkena imbas, karena persoalannya bukan hanya pembelian bahan baku impor yang naik harganya.
"Belum mengganggu tapi mulai harus disikapi dengan sungguh-sungguh," kata Hidayat kepada detikFinance, Rabu (27/11/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan hanya sesaat atau sementara mengingat setiap akhir tahun kebutuhan dolar meningkat untuk menutupi berbagai keperluan membayar kewajiban utang dan sebagainya," katanya.
Ia menyadari rupiah tak bisa lagi digiring ke level yang lebih kuat yang pernah terjadi pada periode sebelumnya. Sehingga ia berharap nilai tukar dolar terhadap rupiah yang ideal sebesar Rp 11.500/US$.
"Idealnya adalah pada level Rp 11.500, dan harus stabil tidak fluktuatif," katanya.
Dolar AS terus melambung hingga level Rp 11.800. Angka ini merupakan yang tertingginya sejak Maret 2009 lalu. Hari ini dolar dibuka di level Rp 11.755 dan terus menguat terhadap rupiah. Saat ini dolar AS diperdagangkan di level Rp 11.820.
Bank Indonesia (BI) sendiri dalam kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang jadi patokan pedagang valas juga mematok kurs di Rp 11.813.
(hen/dnl)











































