Permintaan Kredit Barang Elektronika Naik 10% Gara-gara Dolar

Permintaan Kredit Barang Elektronika Naik 10% Gara-gara Dolar

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jumat, 29 Nov 2013 14:02 WIB
Permintaan Kredit Barang Elektronika Naik 10% Gara-gara Dolar
Jakarta - Harga barang-barang elektronika terkena imbas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini berdampak pada tren kenaikan permintaan pembelian produk elektronika melalui kredit alias mencicil.

Menurut penuturan pedagang elektronika di Pusat Elektronika Glodok Jakarta Barat, selama rupiah anjlok dan harga barang elektronik naik, permintaan kredit elektronika ikut naik hingga 10% .

"Trendnya sekarang banyak masyarakat yang membeli barang elektronika dengan sistem kredit. Selama rupiah melemah sejak 2 bulan lalu, sistem kredit ini naik 10%," ungkap Marketing Promotion Alat Elektronika Better Shop, Agung kepada detikFinance sdi Pusat Penjualan Alat Elektronika Glodok, Jakarta, Jumat (29/11/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Better Shop juga memberikan kemudahan untuk segala jenis alat elektronika baru dengan pola pembelian sistem kredit atau cicilan untuk semua tipe dan merek.

"Ketentuannya cukup mudah, dan kami bisa bantu serta prosesnya cepat," imbuhnya.

Menurutnya sistem kredit berlaku untuk segala jenis alat elektronika seperti televisi, lemari es, mesin cuci, dan air conditioner (AC). Adapun prosedurnya antaralain minimal harga barang yang dibeli konsumen Rp 1.000.000 dan tidak perlu jaminan atau DP.

Untuk jenis cicilan tersedia dua pilihan masa cicilan yaitu kredit 90 hari dengan cicilan per hari hanya Rp 14.000, untuk setiap barang seharga Rp 1.000.000 (berlaku kelipatannya). Sedangkan kredit 180 hari, cicilan per hari hanya Rp 8.000, untuk setiap barang seharga Rp 1.000.000 (berlaku kelipatannya).

"Syaratnya juga cukup mudah, konsumen hanya melampirkan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Prosesnya 3-4 hari saja," ujarnya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads