"Awal bulan mungkin akan naik rata-rata Rp 50.000-100.000/unit untuk produk laptop dan iPad. Alasannya bulan depan itu barang kita biasanya baru, jadi pakai harga baru juga karena terpengaruh nilai tukar rupiah ini melemah," ungkap Marketing Promotion Alat Elektronik Better Shop Agung kepada detikFinance saat ditemui di Pusat Penjualan Alat Elektronika Glodok Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2013).
Padahal sebelumnya harga laptop cs juga telah mengalami kenaikan harga hingga 35% atau rata-rata naik Rp 200.000- 300.000 dari harga jual produk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang diakui kenaikan harga disebabkan karena komponen komputer didatangkan melalui impor. Bahkan hampir 85% produk komputer (laptop, notebook dan tablet) diimpor dalam bentuk jadi.
"Jadi nanti ini laptop standar merek Accer dan Dell yang harganya Rp 3,8 juta/unit bulan depan menjadi Rp 3,9 juta. Komponennya hampir 100% masih impor," imbuhnya.
Merek laptop lain yang mengalami kenaikan seperti Asus, HP, Toshiba, Axioo, dan Sony. Produk elektronik memang berpatokan pada nilai tukar dollar.
Toko-toko laptop di Pasar Glodok sendiri bukanlah sebagai pihak pengimpor. Mereka hanya beli langsung dari supplier di Indonesia. Harga supplier sendiri telah naik. Kondisi ini mau tak mau membuat para penjual menaikkan harga jual
Kenaikan harga juga berlaku untuk spare part komputer. Ia memastikan kenaikan harga akan terus terjadi jika posisi nilai tukar rupiah terus melemah.
(wij/ang)











































