AMR Corporation, induk usaha dari American Airlines, dan US Airways Group mengumumkan telah menyelesaikan kesepakatan merger, untuk menyelamatkan AMR dari kepailitan.
American Airlines Group yang baru ini merupakan maskapai penerbangan raksasa, dengan 6.700 penerbangan per hari ke lebih dari 330 tujuan di lebih dari 50 negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
American Airlines baru ini akan terus mengelola dan meningkatkan penerbangannya di bandara Kennedy New York, Los Angeles, Miami, Chicago, Philadelphia, Phoenix, dan Charlotte dalam 3 tahun ke depan.
Perusahaan ini menyatakan bakal mengubah operasinya, dan penggabungan 2 perusahaan menjadi satu sertifikat operasi, diharapkan dapat diperoleh dalam 18-24 bulan ke depan.
Lewat merger ini, diharapkan maskapai baru tersebut dapat memperoleh keuntungan US$ 1 miliar atau sekitar Rp 10 triliun di 2015. Para kru kedua maskapai senang dengan penggabungan tersebut.
Merger senilai US$ 11 miliar atau sekitar Rp 110 triliun ini diumumkan pada Februari 2013 ini, namun pemerintah AS sempat khawatir penggabungan 2 maskapai ini akan menimbulkan monopoli, setelah akhirnya disetujui.
(dnl/hen)











































