Tarif Pelayaran Indonesia Termurah di Dunia

Tarif Pelayaran Indonesia Termurah di Dunia

- detikFinance
Rabu, 11 Des 2013 17:58 WIB
Tarif Pelayaran Indonesia Termurah di Dunia
Surabaya - Tarif angkutan penyeberangan laut dan sungai di Indonesia merupakan salah satu termurah di dunia pelayaran internasional. Namun, pelayanan armadanya tidak kalah dengan perusahaan pelayaran lainnya.

"Walaupun murah, tapi kita terbaik di dunia," ujar Bambang Harjo Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama (DLU) di kantornya, Jalan Kanginan, Surabaya, Rabu (11/12/2013).

Ia menerangkan, armada pelayaran untuk niaga terbesar di dunia yakni China dan Singapura. Sedangkan armada penumpang terbesar adalah Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tarif armada pelayaran di Jepang mencapai Rp 3.000/mil. Di kalangan ASEAN, tarif pelayaran di Indonesia masih kalah dengan Filipina sebesar Rp 1.800/mil. Sedangkan tarif di Indonesia yakni antara Rp 415/mil sampai Rp 650/mil.

"Meskipun paling murah, tapi kami (PT DLU) mendapatkan penghargaan International Award for Leadership ini Image and Quality di Madrid, Spanyol 2013," tuturnya.

Penghargaan internasional dari Global Trade Leaders Club tersebut baru diterima 2 Desember lalu. Penghargaan yang diterima DLU, salah satu
armada pelayaran di Indonesia ini mengalahkan sekitar 7.000 armada di seluruh dunia.

Penghargaan tersebut diberikan, karena PT DLU memberikan pelayanan yang tidak ada di dunia pelayaran lainnya seperti, memberikan informasi keselamatan melalui berbagai alat yang ada di kapal seperti televisi. Juga menerjemahkan standar keamanan pelayaran internasional ke bahasa Indonesia, dan standar tersebut dipampang di pigura yang mudah dibaca penumpang.

"On time performance, standar keselamatan itu sudah biasa kita lakukan. Tapi yang berbeda dengan yang lainnya, kita memberikan informasi keselamatan seperti di pesawat. Dan pelayanan ini satu-satunya di dunia pelayaran," paparnya.

Bambang menambahkan, ruang penumpang kelas ekonomi juga diberikan AC. Pihaknya juga memberikan inovasi yang berbeda dibandingkan dengan armada pelayaran lainnya.

Untuk penumpang pengemudi truk, bajunya atau pakaiannya dicuci pada binatu hingga bersih. Juga diberikan pelayanan potong rambut gratis,
pelayanan pijat refleksi gratis. Sehingga saat sampai tujuan, kondisi pengemudi truk segar bugar dan perjalanan truk dari kapal juga
berjalan lancar.

"Sekitar 65 persen pelayanan di kami tidak ditemui di pelayaran internasional," ujar Bambang.

"Kita berharap masyarakat Indonesia tetap suka budaya melaut. Kita ingin pelayanan transportasi angkutan laut di Indonesia terbaik dan terus berkembang," tandasnya.

(roi/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads